counter

"Mimpi Anak Pulau" kisahkan semangat mengejar pendidikan

"Mimpi Anak Pulau" kisahkan semangat mengejar pendidikan

Pemeran utama film "Mimpi Anak Pulau" Daffa Permana (keempat kiri) dan pemeran lainnya Ray Sahetapy (keempat kanan), Ananda Fatturahman (ketiga kanan) dan artis Malaysia Mardiana Alwi (kiri). (ANTARA FOTO/M N Kanwa)

Pemeran anak-anaknya juga asli orang sana, kita casting penduduk lokal
Jakarta (ANTARA News) - Film "Mimpi Anak Pulau" produksi Nadienne Batam Production dan Studiopro 1226 Jakarta mengisahkan semangat anak daerah terpencil dalam mengejar pendidikan hingga menyeberang pulau.

Film ini adalah adaptasi dari novel karya Abidah El Khalieqy, "Perempuan Berkalung Sorban".

"Film ini menceritakan tentang kehidupan dan perjuangan seorang anak di Pulau Batam, Kepulauan Riau, bernama Gani Lasa," kata Produser Eksekutif Mimpi Anak Pulau Indra Sudriman di Jakarta, Sabtu.

Gani Lasa adalah anak yatim yang hidup dengan keterbatasan di kampung pesisir pantai yang dihuni 40 keluarga.

Selepas Sekolah Dasar, dia mengambil Pendidikan Guru Agama dan untuk itu dia harus mendayung sampan dari kampungnya ke Tanjung Pinang.

Gani Lasa adalah satu di antara tiga sarjana pertama di Batam yang lahir dan besar di pesisir Nongsa Pulau Batam dan kini Gani sendiri telah menjadi pejabat di pulau itu.

Film ini akan tayang 17 Agustus nanti sebagai bentuk perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia.

"Saya berharap penonton dapat terinspirasi nilai-nilai perjuangan yang ada di dalamnya," kata Indra.

Menurut Sutradara "Mimpi Anak Pulau" Kiki Nursiwan, lokasi syutingnya sengaja sesuai dengan tempat aslinya di Batam.

"Pemeran anak-anaknya juga asli orang sana, kita casting penduduk lokal," kata dia.

Beberapa nama besar membintangi film ini, antara lain Ray Sahetapy, Ananda Faturrahman, Herdin Hidyat, serta aktor dan aktris Malaysia Dato Ahmad Tamimi, Mardiana Alwi dan aktor cilik asal Batam Daffa Permana.


Pewarta: Aubrey Kandelila Fanani
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Merangkul mimpi anak pulau di perbatasan negeri

Komentar