Jakarta (ANTARA News) - Mantan Senator Illinois, Barack Obama, memiliki peluang besar merebut kursi presiden Amerika Serikat (AS) dalam pemilu mendatang, kata seorang pengamat. "Obama memang melambangkan American dream sekaligus black American yang amat kharismatik," kata pengamat politik internasional UI, Beginda Pakpahan, di Jakarta, Rabu. Barack Obama yang sempat menghabiskan masa kecilnya di Indonesia dalam sebuah jajak pendapat di internet bahkan menempati posisi paling populer dibandingkan calon presiden lain, terutama Hillary Rodham Clinton. Obama mampu memikat kaum muda Amerika karena "jago" berpidato seperti layaknya Tonny Blair dan tokoh baru yang muncul belakangan dengan bekal "good looking". "Ini modalnya yang lain yang bagaimana pun tetap harus diperhitungkan karena untuk memikat pemilih di AS faktor intelegensia belumlah cukup," kata pria berdarah Medan itu. Beginda menilai, bila Obama sukses terpilih menjadi salah satu kandidat Presiden AS mendatang berarti warga Amerika terbukti dewasa dan tidak lagi memandang ras seseorang. Jika sukses terpilih, maka Obama adalah black American pertama yang menjadi kandidat calon presiden AS. "Ini fenomena yang baru pernah terjadi di negeri Paman Sam tersebut," kata peneliti di Institut Keadilan Global, Jakarta, itu. Obama saat ini bahkan mampu duduk setara dengan lawannya yang telah lebih dahulu populer, yaitu Hillary Clinton yang banyak diuntungkan karena berada di bawah bayang-bayang Bill Clinton, mantan presiden AS. "Namun, Hillary juga menghadapi fenomena serupa yaitu bisakah atau siapkah Amerika menerima presiden perempuan pertama," kata Beginda. Kemungkinan-kemungkinan itu akan teruji dalam waktu dekat menjelang turunnya George W. Bush pada 2008. Beginda berharap, presiden AS selanjutnya adalah tokoh yang bermartabat, manusiawi (humanis), dan pecinta damai. "Mengingat Amerika saat ini adalah aktor utama yang menentukan kebijakan politik dan ekonomi dunia," demikian Beginda Pakpahan.(*)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2007