Presiden Jokowi: Sektor pariwisata terbanyak serap tenaga kerja

Presiden Jokowi: Sektor pariwisata terbanyak serap tenaga kerja

Presiden Joko Widodo (Jokowi). (ANTARA)

Kita tidak ingin air Danau Toba berkurang karena degradasi lingkungan."
Simalungun (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan sektor pariwisata merupakan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja dibanding sektor lain.

"Wisata paling banyak angkut tenaga kerja, tetapi memang perlu perubahan kultur masyarakat," kata Presiden Jokowi dalam pertemuan dengan tokoh masyarakat kawasan Danau Toba di Hotel Inna Parapat Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu malam.

Presiden menyebutkan perlu perubahan kultur masyarakat karena pada dasarnya masyarakat harus mampu melayani wisatawan yang datang ke kawasan itu.

"Saya berharap tokoh masyarakat, agama dan adat bisa memberi pengarahan kepada masyarakat," kata Presiden Jokowi.

Presiden menyebutkan kawasan Danau Toba memiliki potensi besar untuk berkembang pesat. Kawasan itu sudah dikenal masyarakat internasional sebagai daerah tujuan (destinasi) wisata.

"Tapi, beberapa tahun terakhir ada penurunam citra dan branding sebagai kawasan wisata. Itulah alasan mengapa dari 10 destinasi lewat Keppres yang kita kerjakan adalah Danau Toba," kata Presiden.

Presiden Jokowi menegaskan pula, "Yang kita kembangkan di sini adalah ekoturisme, juga di zona otoritas akan dibangun tempat meeting, konferensi dan pameran yang akan cakup 600 hektare, dan juga akan lebih diperkuat karakter dan nilai budaya, warisan budaya yang ada di Pulau Samosir. Itu akan menarik untuk diangkat sebagai warisan budaya dan tujuan wisata."

Menurut Presiden, untuk pengembangan kawawan Danau Toba, pertama yang dilakukan adalah meningkatkan kapasitas Bandar Udara Silangit dengan memperpanjang dan memperlebar landasan pacu (runway).

"Saya perintahkan Menhub dan Angkasa Pura agar runway diperlebar dan diperpanjang. Saya minta agar terminal dalam seminggu diruntuhkan dan akhir tahun ini harus selesai yang baru," kata Presiden.

Presiden Jokowi juga memerintahkan Garuda Indonesia untuk terbang ke Bandara Silangit tiga kali, baik terisi penumpang maupun kosong.

"Patut kita syukuri penumpang selalu penuh, sehingga ada penerbangan tiap hari yang tidak hanya dilakukan oleh Garuda, tetapi ada yang lain, seperti Sriwijaya, Wing Air," kata Presiden.

Presiden pun menyebutkan saat perencanaan pembangunan Terminal Bandara Silangit hanya untuk menampung 150.000 orang penumpang per tahun.

"Tapi, dalam perkembangannya saat ini yang dibutuhkan berkapasitas 180.000 orang per tahun," katanya.

Selain itu, Presiden Jokowi menyebutkan pemerintah akan membangun Taman Bunga berkelas internasional untuk menunjang pengembangan sektor pariwisata.

"Besok saya mau lihat sendiri tempatnya," kata Presiden.

Oleh karena itu, Presiden juga berharap masyarakat di sekitar Danau Toba menanam pohon untuk menjaga kualitas lingkungan.

"Tadi siang saya sudah tanam. Targetnya 300.000 per kabupaten, satu juta per tahun untuk semua kabupaten. Kita tidak ingin air Danau Toba berkurang karena degradasi lingkungan," kata Presidem.

Mengenai karamba di Danau Toba, Presiden Jokowi mengatakan tidak bermaksud menghapusnya.

"Perlu penanganan dampak yang menyebabkan polusi dengan cara mungkin ada instalasi pengolah air limbah," demikian Presiden Joko Widodo.

Pewarta: Agus Salim
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Omnibus law, UU sapujagat pangkas regulasi dan tarik investasi

Komentar