Asmara Abigail main "Setan Jawa" berkat tari tiang

Asmara Abigail main "Setan Jawa" berkat tari tiang

Asmara Abigail di konferensi pers film bisu "Setan Jawa" karya sutradara Garin Nugroho di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Senin (22/8/2016). (ANTARA News/ Nanien Yuniar )

Jakarta (ANTARA News) - Video tari tiang Asmara Abigail berhasil memikat Garin Nugroho, membuat sineas itu mengajaknya bermain dalam film bisu dengan tema mitologi Jawa berjudul "Setan Jawa", yang menggabungkan seni sastra, tari, musik dan visual. 

"Latar belakang saya tari tango, flamenco dan pole dancing," kata Asmara Abigail dalam konferensi pers film "Setan Jawa" di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Senin.

Saat diminta mengirimkan video menari, Asmara, yang berjumpa dengan Garin saat pesta film "Tjokroaminoto",  mengirimkan video tari tiangnya ke Garin.

Asmara menuturkan video tari tiang itu dia buat untuk memenuhi persyaratan beasiswa kursus musim panas di sebuah institut seni di Milan, Italia.

Ia mengombinasikan tari tiang dan tari tango menjadi film pendek tentang kebudayaan Italia.

"Video yang dikirim ke Mas Garin itu juga membuat saya bisa dapat beasiswa," katanya berseri-seri.

Garin menilai Asmara punya ekspresi yang tepat untuk berperan sebagai Asih dalam film terbarunya. 

Asmara digembleng latihan intensif tari Jawa di Solo selama dua pekan sebelum pengambilan gambar dimulai.

Tari klasik Jawa hingga interpretasi tari klasik Jawa ke gerakan binatang ia pelajari bersama para maestro dari Institut Seni Indonesia. 

Di tiap adegan, Asmara menari dengan orang yang berbeda. Ada yang berperan sebagai ibunya, suaminya, raja setan hingga badut. Mereka sama-sama menciptakan komposisi tari yang dirasa akan pas untuk film bisu ini.

"Ini momen yang saya suka, discover semuanya sama-sama, terasa sekali ini kerja bareng-bareng," kata Asmara, yang menonton film bisu seperti "Metropolis" dan "Mata Hari" untuk riset.

Penari dan model itu berperan sebagai Asih, perempuan Jawa ningrat yang dipingit keluarganya.

Ia jatuh cinta pada Setio, pria miskin yang mencari kekayaan mendadak lewat pesugihan agar lamarannya diterima keluarga Asih.

Perempuan Jawa itu kemudian bertemu dengan setan untuk menyelamatkan nasib sang suami.

"Saya suka karakter ini karena memperlihatkan sisi kekuatan perempuan Jawa," ujar Asmara, yang baru pertama kali berperan dalam film panjang.




Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Komentar