Menteri agama buka Kompetisi Sains Madrasah Nasional

Menteri agama buka Kompetisi Sains Madrasah Nasional

Dokumentasi siswa Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda Pabelan menunjukkan media tanaman yang memanfaatkan gel limbah popok bayi sekali pakai dalam Lomba Karya Ilmiah Siswa Madrasah, di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rabu (3/2). Lomba yang diikuti puluhan siswa dari sejumlah madrasah tersebut bertujuan meningkatkan daya nalar, jiwa kritis, dan menumbuhkan minat riset ilmu pengetahuan sejak dini pada generasi muda. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

... kompetisi ini, saya berpesan dan berharap, agar penyelanggaraan KSM dapat mendorong generasi yang ilmuan, menguasai iptek, beriman dan bertaqwa secara berimbang dan profesional...
Pontianak (ANTARA News) - Menteri Agama, Lukman Saifuddin, membuka Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Nasional, di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, 23-27 Agustus 2016.

"Saya bangga bisa hadir dalam acara ini, sehingga bisa menyapa calon-calon cendikiawan mendatang. Dan saya juga mendukung secara penuh agar KSM Nasional ini terus dilaksanakan setiap tahun," kata Saifuddin, dalam sambutannya pada pembukaan KSM Nasional di Pontianak, Selasa.

Ia menjelaskan, saat ini Indonesia sedang memasuki persaingan bebas MEA dan global, sehingga tidak boleh bangga dengan kekayaan alam saja, sehingga harus didukung SDM yang memadai.

"Melalui kompetisi ini, saya berpesan dan berharap, agar penyelanggaraan KSM dapat mendorong generasi yang ilmuan, menguasai iptek, beriman dan bertaqwa secara berimbang dan profesional," katanya.

Dia berharap dengan penyelanggaraan KSM ini dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas lulusan madrasah, sehingga bisa menjadi ilmuan, ulama, politisi dan lainnya dan harus jujur dan mau berkerja keras.

"Selain itu, madrasah juga bisa menjadi benteng pertahanan, sehingga generasi sekarang tidak terlibat narkoba, miras, seks bebas dan prilaku menyimpang lainnya. Sehingga bisa benteng ketahanan NKRI dan keislaman," ujarnya.

Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis, mengucapkan, "Di Kalimantan Barat, masyarakatnya bisa hidup rukun dan damai, meskipun berbeda agama dan budaya. Semoga dengan diselenggarakannya KSM Nasional ini, maka generasi penerus Indonesia semakin cerdas dan tentunya juga bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa."

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kalimantan Barat, Syahrul Yadi, mengatakan, Kompetisi Sains Madrasah Nasional 2016 diikuti sekitar 1.200 peserta, di semua tingkatan, yaitu madrasah ibtidayah, tsanawiyah, aliyah, serta madrasah insan cendikiawan se-Indonesia.

Pewarta: Andilala
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Menag: Relokasi anggaran BOS untuk madrasah segera dikembalikan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar