counter

Gunung Gede-Pangrango rawan kebakaran

Gunung Gede-Pangrango rawan kebakaran

Wisatawan menikmati air terjun Curug Cibeureum setinggi 60 meter di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Jawa Barat. Kawasan ini termasuk rawan kebakaran saat kemarau akibat aktivitas pendaki/wisatawan yang lalai mematikan bara api. (ANTARA/Budiyanto)

Ini yang sebenarnya dikhawatirkan dari ulah pendaki yang tidak menjaga lingkungan."
Cianjur (ANTARA News) - Kawasan Gunung Gede dan Gunung Pangrango saat ini rawan kebakaran lahan dan semak karena kerap didatangi pendaki yang kegiatannya sering menjadi faktor memicu musibah itu, kata Kepala Kepolisian Resor Cianjur, AKBP Asep Guntur Rahayu.

"Cianjur yang rawan itu kebakaran lahan terbuka atau semak-semak, termasuk yang terjadi di Alun-alun Suryakancana Gunung Gede-Pangrango beberapa waktu lalu di padang savana. Tapi, tetap itu jadi fokus penanganan Polri tahun ini sesuai amanah Kapolri dalam telekonferensi," katanya di Cianjur, Jawa Barat, Minggu.

Ia menilai Cianjur bukan kota rawan bencana kebakaran hutan karena dalam beberapa tahun terakhir tidak terdapat laporan kebakaran hutan yang masuk ke pihaknya, namun berbagai kemungkinan tetap diwaspadai.

Dia menjelaskan, kebakaran lahan terutama Alun-alun Suryakancana akibatkan ulah pendaki yang tidak bertanggungjawab mulai dari membuang puntung rokok sembarangan hingga tidak mematikan bara api bekas api unggun yang kemudian merembet ke tanaman kering mudah terbakar.

"Ini yang sebenarnya dikhawatirkan dari ulah pendaki yang tidak menjaga lingkungan. Naik ke gunung menikmati alam, tapi tidak mau menjaganya, sehingga hal tersebut harus diantisipasi," ujarnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, ia menyatakan, Polres Cianjur senantiasa mengimbau warga, wisatawan, khususnya para pendaki untuk dapat menjaga alam karena di saat musim kemarau sangat rawan terjadi kebakaran meskipun sesekali masih terjadi hujan.

"Mengantisipasi lebih baik dari memadamkan karena kalau sudah terjadi akan sulit dilakukan, terlebih hutan akan mempersulit ruang tim pemadam. Hal tersebut sedang diantisipasi Polri agar tidak ada lagi kebakaran hutan diberbagai wilayah di Indonesia, termasuk di Cianjur," demikian AKBP Asep Guntur Rahayu.

Pelajar Belanda mengamati ekosistem di Sukabumi

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Komentar