Chicago (ANTARA News) - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange harganya berakhir naik pada Jumat (Sabtu pagi WIB), karena laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) memberikan dukungan terhadap logam mulia.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Oktober meningkat 9,6 dolar AS, atau 0,73 persen, menjadi menetap di 1.323,20 dolar AS per ounce.

Departemen Tenaga Kerja AS merilis laporan ketenagakerjaan besar untuk Agustus yang menunjukkan angka penggajian (payrolls) non-pertanian meningkat 151.000 dan tingkat pengangguran tetap stabil di 4,9 persen.

Para analis memperkirakan tingkat pengangguran akan turun menjadi 4,8 persen, salah satu faktor laporan yang lebih buruk dari perkiraan.

Para investor merespon laporan ketenagakerjaan tersebut secara negatif, meskipun angkanya masih di dalam konsensus, karena ekspektasi telah naik setelah data pengangguran mingguan yang dicatat sepanjang Agustus lebih kuat dari perkiraan.

Logam mulia mendapat dukungan lebih lanjut karena para analis percaya bahwa laporan ketenagakerjaan itu dapat menyebabkan keterlambatan dalam kenaikan suku bunga Fed.

Perkiraan saat ini bahwa Bank Sentral AS (the Federal Reserve/the Fed) akan menaikkan suku bunga dari 0,50 ke 0,75 selama pertemuan FOMC Desember.

Menurut Fedwatch CMEGroup, probabilitas tersirat saat ini untuk menaikan suku bunga dari 0,50 ke 0,75 adalah 21 persen pada pertemuan September 2016, 26 persen pada pertemuan November 2016, dan 54 persen pada pertemuan Desember 2016.

Laporan perdagangan internasional yang dikeluarkan oleh Departemen Perdagangan AS menunjukkan tingkat neraca perdagangan jatuh ke tingkat yang lebih baik dari perkiraan negatif 39,5 miliar dolar AS, angka yang para analis catat memberikan tekanan pada logam mulia karena ada catatan penguatan dalam ekspor.

Emas juga dicegah dari kenaikan lebih lanjut ketika indeks dolar AS naik 0,20 perse menjadi 95,84 pada pukul 18.45 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor.

Perak untuk pengiriman Desember naik 42,3 sen, atau 2,23 persen, menjadi ditutup pada 19,366 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober bertambah 13,3 dolar AS, atau 1,27 persen, menjadi ditutup pada 1.062,2 dolar AS per ons.

Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2016