Batam (ANTARA News) - Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian mengatakan bahwa terduga teroris LH (24) yang merupakan jaringan Gigih Rahmat Dewa hendak bekerja di Singapura sebelum akhirnya ditangkap oleh Densus 88 Anti Teror pada Sabtu (3/9) di Batuaji Batam.

"Dia hendak kerja di Singapura. Pekerjaan di Singapura ditawarkan oleh namboru (ibu dari teman LH yang bernama SP) sebagai petugas kebersihan dan petugas pasar malam di Pulau Sentosa," kata Sam saat memberikan keterangan mengenai penangkapan terduga teroris oleh Densus 88 Anti Teror, Senin.

LH, kata dia, sudah memiliki paspor no.B3350747 yang juga diamankan saat penggerebekan bersama sejumlah barang lain seperti dua buku tabungan Bank Mandiri atas nama LH.

Satu buah buku dengan judul "Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad SAW" pengarang Moenawar Chalil Penerbit PT Bulan Bintang, satu buku "Perang Akhir Zaman satu kepastian yang akan tiba demi kedamaian sejati di bumi" karangan Abu Rabbani Abdullah, penerbit Hanif, dua lembar sertifikat kursus mengelas yang dikeluarkan oleh biro jasa pelatihan BSA (Batam Skill Academy).

"Ia juga diminta untuk mencari lagi lima orang untuk sama-sama bekerja di Singpura. Nantinya akan diberangkatkan oleh penyalur tidak resmi melalui Pelabuhan Resmi di Batam," kata dia.

Terduga LH dan rombongannya akan diberangkatkan melalui teman namboru di jasa pekerjaan tidak resmi namun lewat jalur transportasi resmi di Pelabuhan Batam Center.

"Dalam pemeriksaan LH menyampaikan tidak ada niat untuk berangkat ke Suriah," kata Sam.

Saat ini, kata dia, LH yang diduga turut membantu menyembunyikan buronan teroris asal Uighur, Tiongkok, yang bernama Dony, membantu memfasilitasi keberangkatan WNI ke Suriah, memfasilitasi masuknya dua WNA Uighur ke Batam, turut menerima dana dari East Turkistan Islamic Movement (ETIM) untuk membiayai kebutuhan hidup WNA Uighur masih terus menjalani pemeriksaan.

Selain itu, LH juga diduga ikut merencanakan penyerangan terhadap Marina Bay, Singapura. Sebelumnya, tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri bersama jajaran Polda Kepri menangkap enam orang terduga teroris di Batam, Jumat (5/8).

"Keberadaan LH saat ini masih diamankan pihak kepolisian di tempat yang aman untuk terus dikembangkan dan didalami keterkaitannya dengan kelompok teroris lainnya," kata dia.

Kapolda memastikan LH diberlakukan dengan baik oleh petugas dan dalam kondisi sehat.

Pewarta: Larno
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2016