counter

Tersangka pencuri sapi tewas dihakimi massa

Tersangka pencuri sapi tewas dihakimi massa

ilustrasi (ANTARA News/Ridwan Triatmodjo)

Baturaja, Sumatera Selatan (ANTARA News) - Tersangka pencuri hewan ternak yang identitasnya belum diketahui tewas dihakimi warga, karena kedapatan mencuri sapi milik warga Desa Ibul Kecamatan Rambang Kuang Kabupaten Ogan Ilir, yang berbatasan dengan Kecamatan Peninjauan Kabupaten Ogan Komering Ulu.

Menurut Usman, salah satu saksi, warga dari dua desa yang bertetangga itu kesal dengan aksi pelaku sehingga menghakimi dia.

Kejadian itu bermula pada Rabu sekitar pukul 02.00 WIB saat pemilik ternak warga Desa Ibul mengetahui jika pelaku yang jumlahnya lebih dari satu orang itu sedang mengintai kandang ternak sapinya.

Mengetahui hal itu, pemilik akhirnya mengontak warga dan setengah jam kemudian mendatangi lokasi itu mendapati pelaku tengah menggiring sapi curian, akhirnya warga yang telah berkumpul menghajar pelaku, sedangkan pelaku lainnya melarikan diri, kata Usman.

"Kami memang sering kecurian hewan ternak, sekali ini mungkin pelakunya sedang apes dan karena kesal warga membakar pelaku," katanya.

Menurut dia, saat itu massa yang terfokus di lokasi kejadian hampir mencapai 100 orang, kemudian sekitar jam 07.30 WIB petugas dari Polsek Peninjauan dan Polsek Kuang Dalam datang untuk melakukan visum terhadap pelaku pencuri hewan ternak tersebut.

Kepala Polres OKU, AKBP Leo Gunawan, melalui Kepala Polsek Peninjauan, AKP Rachmad Haji, saat dikonfirmasi membenarkan ada mayat laki-laki yang belum diketahui identitasnya.

Namun, kata dia, mengingat lokasi kejadian di wilayah hukum Polres Ogan Ilir jadi pihaknya hanya membantu.

Sementara, di lokasi kejadian pelaku pencurian ada ditemukan satu unit sepeda motor Honda Supra tanpa plat yang dikendarai pelaku.

Setelah melakukan visum di Puskesmas Peninjauan mayat diduga pelaku pencurian tersebut dibawa oleh petugas dari Polres Ogan Ilir ke kamar mayat RS Bayangkhara Palembang untuk dilakukan autopsi, kata Gunawan.

Pewarta: Edo Purmana dan Muhammad Suparni
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Komentar