counter

Kementerian BUMN ganti dua direktur ASDP Indonesia

Kementerian BUMN ganti dua direktur ASDP Indonesia

ilustrasi: Upacara HUT RI Di Kapal Feri (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman) ()

Jakarta (ANTARA News) - Kementerian BUMN menetapkan dua direktur baru pada jajaran direksi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) yakni Djunia Satriawan sebagai Direktur Keuangan dan Faik Fahmi sebagai Direktur Usaha Pelabuhan.

Direktur Utama ASDP Danang S Baskoro, dalam siaran pers di Jakarta, Kamis mengatakan, bergabungnya dua direktur baru tersebut diharapkan dapat berkontribusi positif untuk lebih memajukan perseroan.

Direktur Keuangan ASDP Djunia Satriawan sebelumnya berkarir di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai Head of Goods and Services Procurement Division.

Sedangkan Direktur Usaha Pelabuhan ASDP Faik Fahmi, sebelumnya menjabat sebagai Director of Commercial & Business Development at PT Angkasa Pura II (Persero).

Adapun posisi Direktur Keuangan ASDP telah mengalami kekosongan sekitar satu tahun, dan posisi Direktur Usaha Pelabuhan sebelumnya dijabat oleh Kemal Heryandri.

"Dengan pengalaman mereka sebelumnya di bidang masing-masing, saya meyakini keduanya dapat menjawab tantangan dan membawa pemikiran baru untuk lebih memajukan bisnis perusahaan ke depannya," ujarnya.

Sedangkan tiga posisi direktur lainnya tetap, yaitu Direktur Usaha Penyeberanga La Mane, Direktur SDM dan Umum Charda Damanik, dan Direktur Teknik M Fitri Natriawan.

Pada tahun 2016, perseroan membidik target pendapatan sebesar Rp2,6 trilliun atau tumbuh 118 persen dibandingkan realisasi tahun 2015 sebesar Rp2,2 triliun.

Sementara laba bersih perseroan ditargetkan sebesar Rp248 miliar hingga akhir tahun ini, atau tumbuh 110 persen dibandingkan realisasi tahun 2015 sebesar Rp224 miliar.

Hingga semester I 2016, ASDP berhasil membukukan laba bersih Rp88,5 miliar atau tumbuh 22 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun 2016 sebesar Rp72,5 miliar.

Perseroan juga berhasil meraih pendapatan sebesar Rp1,11 triliun atau tumbuh 3 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebesar Rp1,08 triliun.

Manajemen tengah menggenjot percepatan dan pembangunan infrastruktur pelabuhan dan peningkatan kinerja pendapatan, pelayanan serta keselamatan. Adapun total kebutuhan investasi untuk 2016 sekitar Rp2,3 triliun.

ASDP merupakan perusahaan feri "pelat merah" terbesar di Tanah Air bahkan di Asia dengan total jumlah armada 139 unit kapal. Saat ini, ada 195 lintasan pelayaran penyeberangan yang dilayani ASDP, dengan total panjang mencapai 24.600 kilometer, dari Sabang hingga Merauke yang menghubungkan seluruh pulau di Indonesia.

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Komentar