Produk unggulan Lebak dipasarkan secara online

Produk unggulan Lebak dipasarkan secara online

Gula semut (ANTARAFOTO/Idhad Zakaria)

Lebak (ANTARA News) - Produk unggulan Kabupaten Lebak, Banten, kini dipasarkan secara online melalui penggunaan teknologi internet dengan website warung bisnis.com.

"Kami berharap pemasaran secara online itu dapat dikenal masyarakat luas baik di tanah air maupun mancanegara," kata Kepala Bidang Pemberdayaan UKM Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak, Restu di Lebak, Sabtu.

Produk unggulan Kabupaten Lebak itu antara lain gula semut, dompet, tas, kerupuk emping, kerajinan bambu, anyaman pandan, batik, abon ikan, sale pisang, batu fosil, permata kalimaya dan kuliner makanan tradisional.

Selain itu juga kerajinan masyarakat Baduy, seperti tas koja, golok, kain tenun, minuman jahe dan aneka souvenir yang menggunakan bahan baku batok kelapa.

Selama ini, produk unggulan Kabupaten Lebak sudah menembus pasar ekspor diantaranya kerajinan bambu, batu fosil dan gula semut hingga sejumlah negara di Benua Eropa dan Amerika Serikat.

"Kami berharap melalui pemasaran secara online itu dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat," katanya.

Menurut dia, pemasaran melalui penggunaan teknologi media internet secara online cukup menguntungkan bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM).

Sebab, mereka menjual aneka produk hanya gabung dengan website warung bisnis.com juga belanja.com.

Pemasaran melalui digital itu juga bekerja sama dengan PT Telkom agar lebih dikenal oleh masyarakat luas.

"Saya kira pemasaran secara online sangat tepat di era globalisasi juga kecanggihan teknologi sehingga dapat membantu para pelaku UKM," katanya.

Untuk meningkatkan kualitas produk UKM, ujarnya, kini kualitas sumber daya manusia (SDM), pelayanan aparatur pemerintah, dan pelaku usaha ditingkatkan.

Sebab, saat ini sudah diberlakukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), sehingga perlu peningkatan kualitas produk unggulan daerah itu.

Disamping itu, pelaku usaha juga harus memiliki keunggulan dengan produk luar sehingga produk UKM diminati pasar bebas tersebut.

Apabila pelaku usaha itu belum siap menghadapi pasar bebas MEA, maka dipastikan serbuan produk barang luar akan membanjiri pasar domestik.

Ia juga mendorong pelaku UKM agar meningkatkan kualitas produksi sehingga dapat berdaya saing dengan negara-negara di kawasan ASEAN.

"Kami optimistis produk unggulan Lebak akan diminati pasar domestik dan dunia melalui online itu," ujarnya.

Sementara itu, Ahmadin (45) pelaku UKM warga Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, mengaku dirinya setiap hari menerima pesanan sekitar 25-35 potong batik Baduy melalui warung bisnis.com.

Mereka pembeli dari berbagai daerah di Tanah Air sehingga usaha kerajinan batik Baduy sangat terbantu melalui pemasaran secara online itu.

"Kami sehari bisa menghasilkan pendapatan melalui pemasaran online itu antara Rp3-Rp5 juta per hari," katanya.

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Komentar