Belasan "yacht" tinggalkan perairan Gili Gede Lombok

Belasan "yacht" tinggalkan perairan Gili Gede Lombok

Dokumentasi kapal-kapal yacht dalam satu turnamen. (wikipedia.org)

Lombok Barat, NTB (ANTARA News) - Sebanyak 16 yacht dari berbagai negara yang tergabung dalam komunitas Atlantic Rally Cruises, meninggalkan perairan Gili Gede, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, untuk menlanjutkan perjalanan menuju Australia.

"Para turis mancanegara yang membawa yacht itu kami lepas tadi pagi dengan acara pelepasan yang sederhana, namun mereka sangat mengapresiasi," kata Direktur PT Marina Del Ray, Abubakar Abdullah, di Lombok Barat, Minggu.

PT Marina Del Ray merupakan perusahaan yang akan membangun marina atau tempat parkir kapal pesiar di Gili Gede, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Yacht salah satu kelas kapal pesiar berukuran kecil, umum terbagi menjadi dua kategori, yaitu yang berlayar atau tidak berlayar. 

Ia mengatakan, sebanyak 25 wisatawan yang membawa yacht itu sudah berada di Gili Gede sejak Selasa (13/9). Mereka meninggalkan Gili Gede untuk melanjutkan perjalanan menuju Pulau Christmas di Australia, sebelum berlayar kembali menuju Cape Town di Afrika Selatan.

Mereka ada yang berasal dari Amerika Serikat, Amerika Latin, Jerman, Inggris, Selandia Baru dan Australia, Singapura dan Malaysia.

Selama memarkir kapalnya di perairan Gili Gede, kata dia, para wisatawan asing tersebut menyempatkan diri mengunjungi berbagai tujuan wisata di Pulau Lombok, seperti Kota Tua Ampenan di Kota Mataram, kawasan wisata pantai Senggigi dan Taman Narmada, di Kabupaten Lombok Barat.

Mereka juga mengunjungi objek wisata air terjun benang kelambu, sentra kerajinan kain tenun Sukarara di Kabupaten Lombok Tengah, dan sentra pertanian hortikultura di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur.

"Ada beberapa pemilik kapal menceritakan kesannya tentang ngerampek. Dia sangat terkesan sekali dengan itu," ujar Abubakar. Ngerampek adalah cara panen padi tradisional Lombok

Berbagai aktivitas para pemilik kapal pesiar tersebut, menurut Abubakar, telah memberikan dampak ekonomi, tidak hanya bagi masyarakat Desa Gili Gede dan Kecamatan Sekotong, tetapi masyarakat yang dikunjungi para wisatawan di Pulau Lombok.

"Saya tidak bisa menghitung berapa besar pengeluaran para turis asing itu selama berada di Lombok dalam waktu seminggu, yang pasti uang yang keluar tidak sedikit," katanya.

Namun, kata dia, kedatangan para wisatawan asing menggunakan yacht itu sepertinya belum mendapat dukungan dari pemerintah daerah. Sebab, hari pertama mereka tiba di Gili Gede, tak ada sambutan meriah apa pun.

Masyarakat Gili Gede hanya memberikan sambutan tari-tarian selamat datang atas inisiatif sendiri. Begitu juga pada saat acara pelepasan hanya dihadiri camat Sekotong. Padahal, masyarakat Desa Gili Gede sudah mengundang pejabat terkait di lingkup Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.

"Para petualang laut dari berbagai negara itu bisa menjadi corong promosi pariwisata NTB karena mereka berada di Lombok selama seminggu dan menjelajahi sejumlah destinasi wisata, harusnya itu menjadi perhatian pemerintah daerah," ucap Abubakar.

Kedatangan belasan yacht dari berbagai negara ke Gili Gede kali ini merupakan yang kedua kali setelah sebelumnya sebanyak 14 kapal sejenis dari berbagai negara juga singgah di pulau itu pada September 2015. 

Pewarta: Awaludin
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Hapus percaloan, wisata Tiga Gili di Lombok luncurkan e-tiket

Komentar