Polisi selidiki penemuan mayat di Bengawan Solo

Polisi selidiki penemuan mayat di Bengawan Solo

ilustrasi pembunuhan, ilustrasi korban pembunuhan, ilustrasi pembunuhan keluarga (ANTARA News / Insan Faizin Mubarak)

Solo (ANTARA News) - Kepolisian Resor Kota Surakarta, Jawa Tengah, masih melakukan penyelidikan penemuan sesosok mayat laki-laki yang terapung di Sungai Bengawan Solo tepatnya di kawasan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Senin.

Mayat laki-laki tersebut saat ditemukan pertama kali oleh warga yang sedang mencari ikan, dalam kondisi mengambang dan terjebak di pusaran air di Sungai Bengawan Solo.

Menurut Maryanto, warga Pucangsawit Solo yang pertama kali menemukan mayat laki-laki tersebut, dirinya melihat melihat mayat yang mengapung di sungai itu dalam kondisi membusuk dan baunya tidak sedap.

Saksi kemudian mengambil kayu panjang untuk membawa mayat tersebut ke pinggir sungai. Saksi kemudian memanggil meminta tolong warga lainnya untuk membantu dan melaporkan ke kepolisian setempat.

Menurut saksi, mayat saat ditemukan masih menggunakan pakaian lengkap, dan di dalam saku celana korban ditemukan sebuah dompet yang diduga identitasnya.

Kepala Polres Kota Surakarta Kombes Pol Ahmad Luthfi melalui Kapolsek Jebres Kompol Edison Panjaitan, pihaknya setelah mendapatkan laporan langsung ke lokasi dan membawa mayat korban ke RSU Dr Moewardi Solo untuk dilakukan visum.

Menurut Edison Panjaitan, pihaknya menemukan identitas mayat laki-laki tersebut, yakni Andre Setyawan (19) warga Gondang Rejo Karanganyar. Sebuah dompet yang ada di dalam saku celana korban berisi kartu identitas, uang senilai Rp70 ribu dan satu telepon genggam.

"Kami saat ini, masih mendalami penyebab tewasnya korban. Mayat korban kini dibawa ke Laboratorium Forensik RSU Dr Moewardi, untuk penyelidikan lebih lanjut," kata Edison.

Menurut dia, berdasarkan laporan yang diterima, korban tersebut sudah tiga hari tidak pulang ke rumah. Ciri-ciri orang hilang sama dengan mayat yang ditemukan di Sungai Bengawan Solo ini.

"Kami belum bisa memastikan apakah korban tewas karena tenggelam atau kecelakaan air atau ada unsur lain. Kami masih mendalami," katanya.

Pewarta: Bambang Dwi Marwoto
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Tim SAR evakuasi mayat tersangkut di perahu nelayan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar