counter

PGE genjot eksplorasi panas bumi

PGE genjot eksplorasi panas bumi

Petugas melakukan monitoring di area Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulubelu, Tanggamus, Lampung, Rabu (3/8/2016). PLTP Ulubelu unit 3 milik PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) ini telah beroperasi secara komersil untuk memberikan tambahan listrik sebesar 55 megawatt, setara penerangan bagi 110.000 kepala keluarga di Provinsi Lampung. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Jakarta (ANTARA News) - PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), anak usaha PT Pertamina (Persero) di sektor panas bumi, mengintensifkan kegiatan eksplorasi di Tanah Air dengan melakukan pemboran sebanyak 11-12 sumur panas bumi setiap tahun.

"PGE sudah agresif karena jika rata-rata per sumur 10 juta dolar AS, untuk 12 lubang mencapai 120 juta dolar AS. Itu juga belum tentu dapat tetapi Pertamina roh-nya di situ, bermain di eksplorasi," ujar Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Yunus Saefulhak di Jakarta, Jumat.

Tidak hanya itu, menurut Yunus, PGE juga sudah meminta penugasan untuk beberapa wilayah kerja panas bumi (WKP). Dari tujuh WKP yang diminta PGE, pemerintah melalui Kementerian ESDM baru menyetujui tiga WKP.

Menurut Yunus, setelah disetujui PGE nantinya memasukkan ketiga WKP tersebut dalam rencana kerja dan anggaran belanja (RKAB) 2016. Dengan begitu, PGE akan mulai mengebor di WKP tersebut.

Selain itu, pemerintah juga telah mendorong PGE untuk mengembangkan potensi panas bumi di WKP yang sudah ada, seperti yang di Gunung Way Panas dan Hululais di Lampung.

Di WKP Gunung Way Panas, PGE saat ini memiliki dua unit PLTP, yakni PLTP Ulubelu Unit 1 dan Unit 2 dengan masing-masing memiliki kapasitas terpasang sebesar 55 MW.

Selain itu, perseroan juga mengembangkan Unit 3 dan 4 dengan kapasitas total sebesar 2x55 MW. PLTP Ulubelu Unit 3 telah beroperasi pada Juli 2016 dan Unit 4 ditargetkan beroperasi 2017.

Di Hululais yang berjarak sekitar 180 km dari kota Bengkulu dan terletak di Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, PGE mengembangkan PLTP Hululais Unit 1 dan 2 dengan kapasitas 2x55 MW. Proyek PLTP Hululais ditargetkan beroperasi 2018.

Yunus menjelaskan di daerah dekat kedua WKP ternyata juga memiliki potensi besar, namun belum disentuh PGE. Padahal, WKP tersebut banyak peminatnya. "Saya bilang kalau ini tidak dikerjakan maka akan dikasih ke orang lain. Mereka (PGE) jawab oke, siap," ungkap Yunus.

PGE hingga akhir 2016 menargetkan memiliki kapasitas terpasang listrik dari PLTP sebesar 542 megawatt (MW) dengan masuknya tambahan 105 MW dari tiga pembangkit, yakni PLTP Ulubelu Unit 3 berkapasitas 55 MW, PLTP Lahendong Unit 5 berkapasitas 20 MW, dan PLTP Karaha Unit 1 berkapasitas 30 MW.

Sekretaris Perusahaan PGE, Tafif Azimudin mengatakan saat ini PGE menjalankan total delapan proyek, baik "steam field" dan PLTP di Kamojang, Karaha, Lahendong, Ulubelu dan Lumut Balai. Tiga proyek steam field Hululais dan Sungai Penuh serta 4 proyek tahapan eksplorasi yaitu Bukit Daun, Margabayur, Lawu dan Seulawah.

"Infrastruktur di Bukit Daun dengan membangun jalan masuk ke hutan lebih dari 20 kilometer sudah finalisasi, rencana Oktober sudah mulai bor eksplorasi," tutur Tafif.

Menurut dia, sebagai perusahaan nasional dengan SDM lokal, PGE dapat menangani 11 proyek pengembangan dan empat proyek eksplorasi secara paralel. Bahkan perusahaan geothermal di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat, Selandia Baru, dan Islandia yang sangat maju dalam pemanfaatan geothermal tidak pernah melakukan pekerjaan serupa secara paralel sebanyak itu.


Pewarta: Faisal Yunianto
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Komentar