Palapa Ring beroperasi akhir 2018

Palapa Ring beroperasi akhir 2018

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara ( ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Jakarta (ANTARA News) - Proyek Palapa Ring, pembangunan serat optik yang menjangkau daerah terpencil di wilayah barat, tengah dan timur akan selesai dan siap beroperasi pada akhir 2018.

"Jadi, pada 2019 semua ibu kota kabupaten dan kota telah terhubung dengan broadband," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di Jakarta melalui siaran pers pada Rabu.

Proyek Palapa Ring merupakan salah satu upaya pemerintah dalam membangun ketersediaan layanan jaringan serat optik sebagai tulang punggung bagi sistem telekomunikasi nasional yang menghubungkan seluruh kabupaten atau kota di Indonesia.

Proyek ini pernah terhenti sejak 10 tahun lalu untuk mendapatkan struktur yang tepat untuk pelaksanannya.

Proyek ini akan membangun infrastruktur jaringan tulang punggung serat optik nasional di daerah-daerah "non-commercial" demi pemerataan akses pitalebar (broadband) di Indonesia.

Proyek Palapa Ring dibagi menjadi tiga paket yaitu Barat, Tengah dan Timur. Proyek Palapa Ring Paket Barat akan menjangkau wilayah Provinsi Riau, Kepulauan Riau (sampai dengan Pulau Natuna) dan Kalimantan Barat (sebagai bagian dari interkoneksi dengan jaringan serat optik yang telah dibangun) dengan total panjang kabel serat optik sekitar 2.000 km.

Konsorsium Moratelematika Indonesia dan Ketrosden Triasmitra menjadi pemenang tender paket barat dan membentuk PT. Palapa Ring Barat.

Sedangkan paket tengah dimenangkan Konsorsium Pandawa Lima dengan basis pengelolaan milik negara. Anggota konsorsiumnya terdiri atas PT LEN, PT Teknologi Riset Global Invetasma, PT Sufia Technologies, PT Bina Nusantara Perkasa, dan PT Multi Kontrol Nusantara membentuk Badan usaha dengan nama PT. LEN Telekomunikasi Indonesia.

Sementara itu pemenang tender Palapa Ring Timur yang diumumkan pada bulan Juli 2016 adalah Konsorsium Moratelindo - IBS - Smart Telecom. Nama badan Usahanya Palapa Timur Telematika.

Proyek Palapa Ring merupakan proyek Kerja sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) pertama dalam sektor telekomunikasi dengan menerapkan skema pembayaran ketersediaan layanan atau "availability payment" (AP). Skema availability payment diprakarsai oleh Kementerian Keuangan dan sumber dana availability payment berasal dari Dana Kontribusi "Universal Service Obligation"(USO).

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kominfo akan mengintegrasikan jaringan yang sudah ada dengan jaringan baru pada wilayah timur Indonesia (Palapa ring paket timur).

Adapun total panjang kabel palapa ring paket timur mencapai 4.450 kilometer, yang terdiri atas 3.850 kilometer kabel laut, dan 600 kilometer kabel di daratan. Jaringan itu berkapasitas 100 gigabit.

Jika proyek ini sukses, Rudiantara yakin masyarakat dapat menikmati kecepatan akses data yang lebih merata agar tidak terjadi kesenjangan.

Kesenjangan kecepatan pengunduhan data di Jakarta mencapai 7 megabit per detik, sedangkan di wilayah timur hanya 300 kilobit per detik.

Tak hanya itu, pemerintah juga akan mengatur tarif akses data yang dipatok oleh operator.

Rudi mengaku tak akan menerapkan tarif atas dan bawah agar terjadi kompetisi.

Pemerintah masih berdiskusi dengan industri telekomunikasi untuk merumuskan kebijakan yang tepat jika projek ini sudah berjalan sepenuhnya.


Pewarta: Aubrey Kandelila Fanani
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Hadirnya sinyal yang bikin nyaman di perbatasan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar