counter

Kemnaker lepas 178 peserta magang ke Jepang

Kemnaker lepas 178 peserta magang ke Jepang

Foto Dokumentasi - Menaker Hanif Dhakiri memberikan sambutan dalam satu seminar nasional di Universitas Negeri Yogyakarta, Sabtu (12/9/15) (ANTARA News/Biro Humas Kemnaker)

Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Ketenagakerjaan melepas 178 peserta magang angkatan 278 ke Jepang selama tiga tahun, Kamis.

Mereka akan mengikuti program magang di 45 perusahaan Jepang yang bergerak di berbagai bidang kejuruan, seperti industri manufaktur dan konstruksi.

"Pemagangan ke Jepang merupakan program yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi pemuda-pemuda Indonesia dengan magang di perusahaan Jepang selama 3 tahun," kata Direktur Bina Pemagangan Menaker Asep Gunawan dalam sambutannya saat melepas peserta program tersebut di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Luar Negeri (BBPLKN) Cevest, Bekasi, Jawa Barat.

Program pemagangan ke Jepang, merupakan kerja sama antara Kemnaker RI dengan International Manpower Development Organization Japan (IM Japan) sejak 1993.

Hingga Februari 2016, peserta magang yang telah diberangkatkan sebanyak 37.734 orang.

"Program pemagangan memberikan kesempatan kepada angkatan kerja muda meningkatkan kompetensi dan pengalaman sebagai bekal memperoleh pekerjaan yang makin menuntut persyaratan kompetensi maupun untuk memulai usaha mandiri," kata Asep Gunawan.

Peserta magang ke Jepang yang telah kembali ke Tanah Air, kata dia, sekitar 31.000 orang dan yang masih melaksanakan program magang sekitar 4.000 orang.

Banyak alumnus magang itu kemudian bekerja di perusahaan-perusahaan besar, banyak juga yang berhasil membuka berbagai usaha mandiri.

Asep menambahkan bahwa alumni pemagangan Jepang yang telah sukses menjadi pengusaha dan mempekerjakan relatif cukup banyak karyawan adalah M. Ridwan, pemilik pabrik bata tahan api di Surabaya, Jatim, dengan omzet sekitar Rp4 miliar perbulan dan memiliki 1.500 karyawan.

Selain itu, juga Teguh Wibowo asal Sukoharjo, Jateng, pengusaha garmen yang memiliki karyawan 500 orang dan berhasil mendirikan SMK gratis sekaligus memberikan uang saku kepada siswanya.

Ada pula Hadi Mulyono dari Surabaya sebagai ahli dalam rekayasa segala bentuk mesin dan memiliki 20 karyawan.

"Semoga dengan magang di Jepang menjadi modal penting bagi peserta dalam meraih sukses dalam karier," kata Asep.

Selain melakukan pelepasan peserta magang, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan peresmian kantor PT Denki Engineering di Bekasi, Jawa Barat, perusahan milik alumni peserta magang Jepang yang tergabung dalam Ikatan Pengusaha Kenshusei Indonesia (Ikapeksi) atas nama Umar Hamdan.

"Perusahaan ini bergerak di bidang mekanika elektronik dan memiliki aset 200 miliar dan 500 karyawan," ujarnya.

Pada Sabtu (24/9), kata Asep, juga telah dibentuk Koperasi Alumni Pemagangan Jepang yang anggotanya tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Koperasi tersebut beranggotakan 146 orang saat terbentuk dengan dana terkumpul lebih dari Rp50 juta.


Pewarta: Arie Novarina
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Presiden siap bangun 1000 BLK di pondok pesantren

Komentar