DKI lakukan persiapan hadapi cuaca ekstrem

DKI lakukan persiapan hadapi cuaca ekstrem

Ilustrasi--Prakiraan Cuaca Jabodetabek. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan segala persiapan untuk mengantisipasi anomali cuaca atau cuaca ekstrem sepanjang 2016.

Kepala Satuan Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Denny Wahyu Herianto, di Jakarta, Kamis, mengatakan pada 2016 Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak fenomena La Nina, yakni intensitas curah hujan lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.

"Fenomena La Nina ini terbukti, karena musim hujan yang tadinya diprediksi mulai Oktober 2016, maju dua bulan lebih cepat menjadi Agustus 2016. Akibatnya, bisa terjadi banjir," kata Denny dalam Seminar Manajemen Komunikasi Jejaring Kehumasan di Balai Kota, Jakarta Pusat.

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi banjir, pihaknya akan memperkuat sistem peringatan dini banjir secara berlapis dan memantau serta menyebarluaskan informasi tinggi muka air hulu dari pos pemantau sungai.

"Kemudian, menyebarluaskan informasi peringatan dini banjir melalui Disaster Warning System (sistem audio yang dipasang di daerah rawan banjir) dan sosial media pada kondisi sungai di hulu jika menunjukkan siaga 3," ujar Denny.

Lalu, sambung dia, memantau dan menyebarluaskan informasi kepada masyarakat mengenai genangan melalui media sosial dan dihimpun menjadi informasi daerah genangan secara real time melalui petajakarta.org.

"Selain itu, kami juga menyiapkan sumber daya di titik-titik yang rawan banjir serta menyiapkan relawan terlatih untuk ikut berpartisipasi dalam penanganan kejadian banjir," tutur Denny.

Dalam seminar tersebut, Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta Teguh Hendarwan mengungkapkan untuk mengantisipasi banjir, pihaknya telah melakukan perbaikan sejumlah pompa air dan menyiagakan alat-alat berat.

"Sejumlah pompa air yang sudah kami perbaiki, antara lain pompa air di Teluk Gong, pompa di Taman Ratu, pompa di Tanjungan, Pompa Kapuk II, Pompa Paskalis (Sumur Batu), Pompa Nomor 3 Tomang Barat dan pintu air di Jalan Daan Mogot Km.3," ungkap Teguh.

Selain itu, dia menambahkan pihaknya juga melakukan pengerukan di Kali Apuran Bawah, Kali Ciliwung Lama, Kali Sentiong Paru dan Kali Utan Kayu. Pengerukan juga dilakukan di Waduk Teluk Gong, Waduk Tomang, Waduk Brigif, Situ Babakan dan Waduk Kampung Rambutan.

Pewarta: Cornea K
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Anies sebut PSBB hingga 4 Juni sebagai fase yang menentukan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar