Jakarta (ANTARA News) - Pelaksana Tugas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Luhut Binsar Panjaitan berencana mengajak Arcandra Tahar dalam kunjungan kerja ke Jepang pekan ini guna membicarakan kelanjutan pengelolaan Blok Masela.

Arcandra, yang dilantik menjadi menteri ESDM pada 27 Juli dan diberhentikan 15 Agustus karena masalah kewarganegaraan, hadir dalam acara peringatan hari jadi pertambangan dan energi di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa.

"(Soal) Blok Masela, saya ajak Pak Arcandra karena Beliau ahlinya untuk nanti langsung menjelaskan," kata Luhut, yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman.

Luhut mengatakan bahwa dia melakukan kunjungan ke Jepang atas perintah Presiden Joko Widodo. Di sana ia akan melakukan pertemuan dengan sejumlah menteri dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

Tentang permintaan kontraktor Blok Masela asal Jepang, Inpex, untuk menggarap wilayah kerja migas tersebut Luhut mengatakan: "semua dalam negosiasi dan semua ada progresnya." Namun dia tidak menjelaskan rincian perundingan.


Undang Jepang investasi

Luhut mengatakan bahwa selama kunjungan ke Jepang antara lain akan dilakukan pembahasan mengenai peluang investasi dari investor negara itu ke Indonesia.

Ia mengatakan pemerintah ingin ada investasi sektor swasta dalam pembangunan infrastruktur.

"Nah pemerintah tidak ingin hanya BUMN saja, Presiden menegaskan ada private sector (swasta) juga bisa main. Makanya, Jepang kami beri porsi," jelasnya.

Salah satu proyek yang sudah diamini pemerintah untuk dimasuki investor Jepang adalah Pelabuhan Patimban, Subang, yang akan melengkapi Pelabuhan New Priok sebagai pelabuhan internasional.

"Tadi malam Presiden juga minta Jepang masuk untuk bikin kereta cepat Jakarta-Surabaya atau mungkin pelabuhan atau proyek listrik lainnya," ujarnya.

Peluang investasi lain yang juga akan dijajaki dalam pertemuan tersebut, lanjut Luhut, adalah kerja sama di bidang maritim.

"Kami sedang menimbang kerja sama maritim antara Jepang dan Indonesia. Kerja sama maritim ini luas, kekayaan maritim kita juga luar biasa," katanya.


Pewarta: Ade Irma Junida
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2016