Soal kawasan kumuh, Anies tidak ingin sederhanakan namun tak akan diamkan

Soal kawasan kumuh, Anies tidak ingin sederhanakan namun tak akan diamkan

Calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berdialog dengan warga Guji Baru, Kelurahan Duri Kepa, Jakarta Barat, Jumat (07/10/2016). (ANTARA News/Dewanto Samodro)

Jakarta (ANTARA News) - Bakal calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan sudah banyak contoh penataan kawasan kumuh di luar negeri yang bisa dicontoh dan diterapkan di Jakarta.

"Kawasan kumuh tidak hanya ada di Indonesia. Kota-kota besar dunia juga ada kawasan kumuh. Sudah banyak terobosan yang dilakukan di sana dalam menata kawasan kumuh," kata Anies di Jakarta, Jumat.

Anies mengatakan penataan kawasan kumuh di kota-kota besar dunia bukan sekadar memindahkan warga, melainkan mengubah lingkungan tersebut menjadi kampung-kampung yang nyaman untuk ditinggali.

Namun, Anies sendiri mengakui penataan kawasan kumuh bukan persoalan yang sederhana. Dia tidak ingin menyederhanakan persoalan, tetapi juga tidak ingin mendiamkan.

"Karena itu saya berkomitmen untuk menata lingkungan yang dianggap kumuh. Ada caranya. Gubernur harus bisa mencari solusi yang adil, kemudian membuat aturan dengan mengedepankan prinsip keadilan," tuturnya.

Menurut Anies, salah satu tujuan negara Indonesia adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, bukan penegakan aturan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 akan diikuti tiga pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur.

Mereka adalah Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat yang diusung PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Hanura dan Partai Nasdem. Kemudian Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang diusung Partai Demokrat, PPP, PKB dan PAN dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang diusung Partai Gerindra dan PKS.

Pewarta:
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Komentar