Pembangunan arena pacuan kuda Asian Games 2018 masih terhambat

Pembangunan arena pacuan kuda Asian Games 2018 masih terhambat

Dokumentasi warga membongkar rumahnya yang berdiri di atas lahan PT Pulomas di kawasan pacuan kuda Pulomas, Jakarta, Selasa (19/4/2016). Kawasan itu selama ini menjadi rumah tinggal bagi sebagian pelatih, perawat, dan joki-joki kuda serta pendukung lain olahraga berkuda. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Jakarta (ANTARA News) - Pembangunan arena pacuan berkuda Asian Games 2018 di kawasan Pulomas, Jakarta Timur, masih terkendala kuda-kuda milik PB Pordasi yang hingga saat ini masih dititipkan di kandang-kandang kuda di Pacuan Kuda Pulomas itu.

Arena Pacuan Kuda Pulomas dibangun Gubernur DKI Jakarta (saat itu), Ali Sadikin, dengan standar dan supervisi serta manajemen internasional, yang di sekitarnya dibiarkan asri dan alami sebagai areal resapan air. Kata banjir nyaris tidak dikenal di kawasan Pulomas dan sekitarnya saat itu.

Arena Pacuan Kuda Pulomas inilah satu dari sangat sedikit arena pacu kuda dengan panjang arena pacu dan instrumen lomba sesuai standar internasional di Indonesia (saat itu).

Namun sejak akhir dasawarsa 2000-an, kawasan resapan air di sekitar Pacuan Kuda Pulomas berubah menjadi area perumahan mewah, bisnis, sekolah internasional, dan lain-lain.

Bahkan terdapat lapangan golf di dalam Pacuan Kuda Pulomas selain perumahan. Belakangan lapangan golf dan gedung-gedung pendukung dibongkar sebelum proyek pembangunan kembali Pacuan Kuda Pulomas untuk Asian Games 2018 digembar-gemborkan.

Direktur Utama PT Pulomas Jaya, Landi Rizaldi, di Jakarta, Senin, mengatakan, sebenarnya mereka telah memperingatkan para pemilik kuda supaya kuda-kuda mereka yang ada di kandang-kandang saat ini segera dipindahkan.

Bahkan, telah memberikan batas hingga 30 September, namun semuanya tidak ada perubahan.

"Langkah terakhir kami membawa masalah ini ke ranah hukum. Kami tidak ingin mundur dari jadwal. Yang malu bangsa Indonesia. Makanya kami harus segera menyelesaikan ini," katanya, di sela kunjungan panitia nasional Asian Games 2018 atau INASGOG.

Menurut dia, ada tujuh kuda milik PB Pordasi yang masih bertahan di Pacuan kuda Pulomas.

Jika melihat alasan PT Pulomas Jaya memberikan kandang-kandang kuda kepada PB Pordasi secara gratis saat itu, kuda-kuda itu kemungkinan besar milik Pengurus Daerah Pordasi DKI Jakarta yang diketuai Alex Asmasoebrata.

Saat itu, PT Pulomas Jaya memberikan tempat gratis karena untuk persiapan PON 2016 di Jawa Barat lalu.

Pembangunan arena berkuda untuk Asian Games 2018 ditargetkan tuntas Desember 2017 karena cabang olahraga ini merupakan salah satu dari 10 cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada laga uji.

Pembangunannya sendiri saat ini baru lima persen karena baru dimulai Juni lalu.

Sementara itu Ketua KOI yang juga INASGOG, Erick Thohir, mendukung penuh PT Pulomas Jaya yang mendapatkan tugas membangun lokasi berkuda yang akan digunakan untuk Asian Games 2018.

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Menyaksikan pacuan kereta kuda di keramaian jalan di Kairo

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar