counter

20 bajaj mulai beroperasional di kecamatan Bekasi Timur

20 bajaj mulai beroperasional di kecamatan Bekasi Timur

Sejumlah sopir bajaj antre mengisi bahan bakar gas untuk kendaraannya di SPBG kawasan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (10/8/2016). (ANTARA/Sigid Kurniawan)

Bekasi (ANTARA News) - Sebanyak 20 unit angkutan lingkungan roda tiga jenis bajaj resmi diujicobakan di empat kelurahan Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa siang.

"Uji coba ini kita lakukan di Kelurahan Durenjaya, Arenjaya, Bekasi Jaya, dan Margahayu mulai 18-28 Oktober 2016," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana di Bekasi.

Menurut dia, selama proses uji coba angkutan berbahan bakar gas itu akan digratiskan bagi penggunanya sebagai bahan evaluasi operasional di Kota Bekasi.

Adapun sejumlah poin evaluasi dari angkutan lingkungan itu di antaranya respons masyarakat, potensi persinggungan trayek dengan angkutan umum eksisting, efektivitas mesin, besaran tarif, potensi kemacetan hingga kelayakan fisik kendaraan.

Yayan mengaku membutuhkan waktu selama sebulan untuk proses evaluasi pascauji coba dilaksanakan.

"Evaluasi akan melibatkan Satuan Lalu Lintas Polestro Bekasi Kota, Dishub dan Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda)," katanya.

Dikatakan Yayan , pengawas uji coba bajaj produksi PT TVS King dan PT Rear Engine itu akan dilaksanakan oleh Organda, sedangkan potensi kemacetan dievaluasi Satlantas dan Dishub sebagai pengawas kelaikan kendaraan.

"Hasil uji coba akan kita laporkan kepada Wali Kota Bekasi untuk diambil keputusan apakah kendaraan ini layak dioperasionalkan di Kota Bekasi atau sebaliknya," katanya.

Sementara itu Warga RW015 Bekasi Jaya, Perumahan Bekasi Permai, Kecamatan Bekasi Timur Nita (35) mengaku mengkhawatirkan adanya potensi konflik dari persinggungan trayek dengan angkutan umum eksisting.

"Saya sih setuju saja dengan adanya bajaj ini, tapi harus diperhatikan juga potensi singgungan trayeknya dengan becak dan ojek pangkalan karena di gang saya ini banyak sekali tukang becak," katanya.

Selain itu, pengusaha warung kelontong itu juga mengkhawatirkan kondisi kemacetan di lingkungannya akan semakin bertambah parah dengan adanya bajaj.

"Di lingkungan saya ini kan banyak juga sekolah. Saat ini saja sidah ada tiga sekolah negeri di sini, jangan sampai malah memperparah macet, soalnya tiap jam sekolah di gang saya ini pasti macet," katanya.

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Komentar