"Doctor Strange", bukan membunuh tapi mengendalikan sisi gelap manusia

Jakarta (ANTARA News) - "Setiap manusia punya sisi gelap, kita tidak bisa membunuh sisi gelap itu, tapi hanya dapat mengendalikannya".

Penggalan kalimat di atas adalah milik Sang Leluhur (Tilda Swinton), tokoh fiksi dalam film terbaru Marvel Studio berjudul "Doctor Strange" besutan sutradara Scott Derrickson.

Film tersebut berkisah tentang pertempuran melawan pasukan kegelapan yang berusaha menghancurkan dunia nyata yang melibatkan Dr. Stephen Strange (Benedict Cumberbatch), seorang ahli bedah saraf terkenal di dunia.

Kehidupan Dr. Strange berubah setelah kecelakaan mobil mengerikan merenggut fungsi dari kedua tangannya. Ketika metode pengobatan umum tidak berhasil menyembuhkannya, dia mencari pengobatan dan harapan di daerah misterius bernama Kamar-Taj.

Dia kemudian menyadari bahwa tempat tersebut merupakan garis depan pertempuran melawan pasukan kegelapan yang berusaha menghancurkan dunia nyata.

Sebelum Dr. Strange mendapatkan kekuatan sihir, dia harus memilih antara kembali ke kehidupan nyata atau meninggalkan hal tersebut untuk mempertahankan dunia sebagai penyihir terkuat yang pernah ada.

Dunia sihir vs. dunia nyata

Campuran ide misitis dan gagasan bahwa alam semesta adalah tempat yang misterius di dalam komik "Doctor Strange" berhasil diangkat sang sutradara Scott Derrickson ke layar lebar.

"Komik ini memang sarat dengan unsur halusinasi dan fantastical, tetapi pada saat yang sama mereka selalu menganggap hal-hal mistis ini seolah-olah adalah sesuatu yang nyata," ujar Scott Derrickson.

"Saya pikir alam semesta ini sangat aneh dan misterius, sehingga mendapat kesempatan untuk dapat menjelajahi keanehan dunia, serta membawa dimensi lain ke bioskop untuk penonton merupakan hal yang sungguh luar biasa," sambung dia.

Menggunakan Computer Graphic Image (CGI), Derrickson berhasil memadukan dunia nyata dengan dunia kegelapan. Teknologi terapan dari bidang komputer grafis tersebut digunakan Derrickson sejak menit-menit awal film diputar.

Efek sihir di dunia nyata yang disajikan "Doctor Strange" lebih dari sihir yang dihadirkan di film "Harry Potter". Layaknya film Marvel lainnya, "Doctor Strange" menampilkan efek yang fantastical.

Misalnya, Adegan Sang Leluhur melawan mantan muridnya Kaecilius (Mads Mikkelsen) di sudut kota New York pada opening film. Dengan teknologi CGI Derrickson menyulap gedung-gedung kota New York sebagai tempat pertarungan, bahkan dijadikan senjata oleh para lakon.

Para aktor berjalan seakan anti gravitasi, demikian pula dengan gedung-gedung yang dibuat jungkir balik atas-bawah dan bergeser kiri-kanan seakan sihir bisa jadi kenyataan.

Film berdurasi sekitar 105 menit tersebut dikemas dengan banyak adegan berefek CGI yang menyebabkan kurangnya adegan real-action.

Meski demikian, film tersebut tak kehilangan mantra untuk menyihir penonton dengan unsur humor. Sisi humoris yang biasa ditunjukkan Marvel Studio dalam film-filmnya juga hadir di "Doctor Strange".

Unsur humor diselipkan dalam potongan dialog "sepatah - dua patah kata" karakter Dr. Strange yang egois namun juga humoris. Anehnya, tidaknya hanya dapat membuat senyum simpul, celetukan Dr. Strange juga mampu mengundang gelak tawa.

Sisi supernatural komik Marvel

Tingkat kosmik sudah ditunjukkan melalui "The Avengers", namun selalu ada sisi supernatural yang sangat penting keberadaannya dalam setiap komik Marvel, dan Doctor Strange adalah titik awal untuk memasuki dunia tersebut

"Doctor Strange berhadapan dengan dimensi paralel, alternatif dan juga multiverse, yang membuka begitu banyak peluang cerita baru untuk kami," ujar Kevin Feige, produser film "Doctor Strange", dalam keterangan tertulisnya.

Doctor Strange pertama kali hadir dalam komik Marvel pada 1963 dan telah menjadi salah satu superhero terfavorit. Dikenal sebagai penyihir terkuat, Doctor Strange memiliki kekuatan dan kemampuan sihir yang akan membawa penonton ke elemen baru dalam dunia sinema Marvel.

Hal tersebut terlihat di penghujung film di mana Marvel mencoba membocorkan sekuel untuk film tersebut. Dalam scene tersebut nampak Doctor Strange bertemu dengan Thor (Chris Hemsworth).

Doctor Strange menanyakan alasan pangeran dari negeri Asgard itu dan adiknya yang jahat, Loki, datang ke bumi. Dia kemudian berjanji akan membantu menyelesaikan urusan Thor di bumi. Dan, untuk melindungi bumi, Doctor Strange meminta Thor kembali ke negerinya setelah urusannya selesai.

Film yang juga dibintangi oleh nama-nama yang tidak asing lagi di perfilman Hollywood, seperti Chiwetel Ejiofor dan Rachel McAdams tersebut akan tayang perdana di bioskop-bioskop di Indonesia pada 26 Oktober 2016.

Sebagai informasi, "Doctor Strange" baru akan rilis di Amerika Serikat pada 4 November mendatang.

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar