counter

Jalur pendakian Gunung Rinjani masih ditutup

Jalur pendakian Gunung Rinjani masih ditutup

Gunung Barujari menyemburkan material vulkanik terlihat dari Danau Segare Anak Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, Selong, Lombok Timur, NTB, Senin (9/11/2015).(ANTARA FOTO/HO/Mutaharlin)

Mataram (ANTARA News) - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani hingga kini masih menutup jalur pendakian menuju Gunung Rinjani pascameletusnya kembali Gunung Barujari atau Anak Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat pada, Selasa (27/9).

"Kita masih menunggu rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, apakah sudah bisa di lalui atau tidak. Tetapi hingga kini belum boleh ada pendakian," kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) R Agus Budi Sentosa di Mataram, Rabu.

Agus mengaku tidak mengetahui sampai kapan jalur pendakian menuju Gunung Rinjani akan dibuka kembali seperti biasa. Mengingat, sampai saat ini Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi belum memberikan rekomendasi untuk membuka pendakian ke Gunung Rinjani.

"Kan banyak yang mau naik (mendaki). Kita tegaskan tidak boleh, karena meski sifatnya rekomendasi tetapi kita tidak bisa menduga apakah akan hujan jika mendung, apakah mendung itu akan hujan wallahu alam bishawab, tapi kalau tiba-tiba hujan bagaimana," ujarnya.

"Jadi kapan jalur pendakian Gungung Rinjani akan dibuka kembali tergantung dari rekomendasi PVMBG," tegasnya.

Gunung Barujari pernah meletus pada 20 Oktober 2015 sekitar pukul 10.45 WITA. Akibatnya jalur pendakian menjadi di tutup. Tidak hanya itu aktivitas penerbangan dari dan menuju NTB dihentikan karena ketinggian letusan berbahaya bagi keselamatan penerbangan.

Gunung Barujari atau yang disebut Gunung Baru yang berbentuk pada tahun 1944 berada di sisi timur kaldera Gunung Rinjani dengan kawah berukuran lebar 170 meter dan panjang 200 meter. Ketinggian 2.296 -2.376 meter dari permukaan air laut (mdpl).

Pewarta: Nur Imansyah
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2016

689 pendaki masih terjebak di Rinjani

Komentar