DKP klaim "illegal fishing" di Papua menurun

DKP klaim "illegal fishing" di Papua menurun

Pasar Ikan Murah. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (kiri) memotong ikan tuna saat meninjau pasar ikan murah bagi masyarakat Jakarta pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD) di pelataran parkir Sarinah Thamrin, Jakarta, Minggu (26/6/2016). Pasar ikan murah yang digelar oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut bertujuan agar masyarakat Indonesia terus mengonsumsi ikan, terutama ikan laut yang didapat oleh nelayan Indonesia sendiri. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

...dalam dua mil sudah memperoleh ikan dalam jumlah besar, maka pendapatan nelayan juga bertambah dengan sendirinya."
Jayapura (ANTARA News) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Papua mengklaim kasus "illegal fishing" atau pencurian ikan di wilayahnya terus mengalami penurunan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua FX Mote, di Jayapura, Minggu, mengatakan menurunnya kasus pencurian ikan di wilayah perairan Bumi Cenderawasih salah satunya disebabkan oleh program penenggelaman kapal pelaku penangkapan ikan ilegal.

"Program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah mampu membuat aktivitas pencurian ikan menurun," katanya.

Mote menjelaskan dampak dari kebijakan tersebut justru mampu memberikan peningkatan kesejahteraan bagi para nelayan yang ada di perairan Provinsi Papua.

"Dari hasil kunjungan ke Kabupaten Merauke maupun Biak, disampaikan oleh nelayan bahwa tangkapan ikan jumlahnya sudah kembali meningkat," ujarnya.

Dia menuturkan dengan berkurangnya penangkapan ikan ilegal di Papua menjadi suatu indikasi nelayan lokal sekarang melaut tidak jauh, hanya dua mil sudah memperoleh ikan dalam jumlah besar.

"Tentunya jika dalam dua mil sudah memperoleh ikan dalam jumlah besar, maka pendapatan nelayan juga bertambah dengan sendirinya," katanya lagi.

Dia menambahkan oleh karena itu, pihaknya berharap Kementerian Kelautan dan Perikanan segera merealisasikan permintaan kapal pengawas untuk mencegah "illegal fishing" di perairan laut Papua.

Pewarta: Hendrina Dian Kandipi
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Nama Jonan & Susi disebut akan pimpin BUMN, ini tanggapan Erick Thohir

Komentar