Barasuara menutup penampilan dengan mencerahkan massa

Barasuara menutup penampilan dengan mencerahkan massa

Aksi Barasuara Kelompok musik Barasuara yang digawangi Iga Massardi (vokal/gitar), TJ Kusuma (gitar), Gerald Situmorang (bass), Marco Steffiano (drum), Asteriska dan Puti Chitara (penyanyi pengiring) tampil menghentak panggung Musick Bus Fest -3 di gedung RRI, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (27/12) malam. Band dengan perpaduan musik psychedelic, rock, folk, blues dan jazz itu tampil menyanyikan sejumlah lagu diantaranya Taifun, Bahas Bahasa, Sendu Melagu, dan Menunggang Badai. (ANTARA FOTO/Dewi Fajriani)/ama/15 ()

Jakarta (ANTARA News) - Tak kurang dari tujuh lagu dimainkan Barasuara saat tampil di Synchronize Fest di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta, Minggu.

Membuka dengan nomor "Tarintih", Iga Massardi dkk segera mengajak kerumunan untuk bersorak mengikuti alunan musik yang mereka mainkan.

Barasuara melanjutkan secara berurutan dengan "Mengunci Ingatan", "Hagia", "Taifun" dan "Sendu Lagu".

"Lagu ini untuk kalian semua di sini penonton Synchronize Fest yang merupakan penunggang badai," kata Iga yang tampil mengenakan kemeja batik sebagai gimmick ciri khasnya sebelum Barasuara memainkan "Menunggang Badai".

Iga dkk menutup penampilan mereka dengan membiarkan kerumunan mengambil alih tugas sebagai vokalis dalam koor bersama yang membahana di seluruh area Lake Stage.

"Lepaskan rantai yang membelenggu. Nyalakan api dan lenteramu," demikian kerumunan berteriak berulang-ulang sebelum akhirnya sang drummer Marco Stefiano yang sudah bertelanjang dada menggebuk drum miliknya dan membakar sekaligus mencerahkan massa dalam lagu penutup mereka "Api dan Lentera".

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Komentar