Banyak kendaraan mogok akibat banjir di Rancaekek

Banyak kendaraan mogok akibat banjir di Rancaekek

Polisi menggendong seorang ibu berusaha melintasi banjir di depan Pabrik Kahatex kawasan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (1/11/2016). Banjir tersebut disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi sejak malam hari mengakibatkan jalur lalu lintas Bandung-Tasikmalaya-Garut mengalami kemacetan, kendaraan mogok dan aktifitas pekerja pabrik terganggu. (ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra)

Bandung (ANTARA News) - Sejumlah kendaraan roda dua dan empat mogok akibat banjir menggenangi badan jalan raya Bandung-Garut di kawasan industri Rancaekek, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin malam.

Akibatnya kendaraan yang mogok itu harus didorong melewati genangan air untuk menepi ke pinggir jalan.

Banyaknya kendaraan yang mogok itu menambah hambatan arus lalu lintas kendaraan yang macet dari dua arah Cileunyi-Cicalengka maupun sebaliknya.

Kendaraan yang mengalami mati mesin itu akibat kemasukan air setelah memaksakan diri melewati genangan air dengan ketinggian sekitar lutut orang dewasa.

Seorang pengemudi, Asep mengatakan mobil yang dibawanya mati mesin saat berada di tengah genangan air.

Dia berupaya mendorong mobilnya dibantu dengan warga sekitar ke pinggir jalan agar tidak menghambat laju kendaraan dibelakangnya.

"Sepertinya mesin mobil kemasukan air akibatnya menjadi mogok," katanya.

Asep hendak pergi ke Cileunyi, tetapi terjebak banjir di kawasan industri Vonex, Kecamatan Rancaekek atau jalur dari Cicalengka menuju Cileunyi.

Menurut dia, banjir di jalur itu lebih tinggi dibandingkan banjir yang menggenangi badan jalan di jalur Cileunyi menuju Garut.

"Banjir di jalur menuju Cileunyi lebih parah, ketinggiannya sekitar 50 centimeteran," kata Asep.

Pengguna jalan lainnya, Wandi mengatakan di kawasan industri itu selalu terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah itu.

Ia berharap persoalan banjir di jalan raya itu dapat segera diselesaikan karena mengganggu aktivitas warga yang hendak pulang atau berangkat kerja.

"Ini kan jalan gede, harusnya bebas banjir, tapi kenapa kejadian banjir di daerah sini belum juga diatasi oleh pemerintah," katanya.

Pewarta: Feri Purnama
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Kapolda Malut serahkan 50 unit kendaraan dinas Polri

Komentar