Puan apresiasi tarian balet China

Puan apresiasi tarian balet China

Menko PMK Puan Maharani (kedua kanan) didampingi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kedua kiri), Dubes RRC untuk Indonesia Xie Feng (kanan) dan istri Wang Dan (kiri) menghadiri pertunjukan National Ballet Of China berjudul Raise the Red Lantern di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Rabu (2/11/2016). (ANTARA FOTO/Fakhri hermansyah)

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, memberikan apresiasi tinggi untuk pementasan balet dari kelompok sendratari asal China karena dinilai sebagai diplomasi kebudayaan yang bisa membawa perdamaian.

"Diplomasi kebudayaan, sebagaimana sendratari balet, bisa membawa dampak positif terhadap perdamaian," kata Puan pada Rabu di Jakarta menjelang dimulainya pentas balet bertajuk "Raise the Red Lantern" oleh kelompok "The National Ballet of China."

Menurut Puan, Indonesia dan China dalam sejarahnya sama-sama yang menjunjung tinggi persamaan hak antarnegara, terutama saat menjadi inisiator terbentuknya Konferensi Asia Afrika usai berakhirnya kolonialisme.

"Dengan kesamaan sejarah itulah Indonesia dan China harus sering melakukan kegiatan pertukaran budaya," kata Puan.

Raise the Red Lantern sendiri merupakan film karya sutradara Zhang Yimau yang mengisahkan nasib perempuan di China pada tahun 1920-an sebelum Partai Komunis berkuasa di negara tersebut. Film ini sempat meraih nominasi penghargaan Oscar pada 1991 untuk kategori film berbahasa asing terbaik.

Film tersebut pertama kali diadaptasi ke dalam bentuk sendratari balet pada tahun 2001 dan sudah dipentaskan sebanyak lebih dari 400 kali di berbagai negara dengan sutradara yang sama.

The National Ballet of China akan mementaskan sendratari tersebut selama dua hari sampai pada Kamis di depan sekitar 1.200 undangan sebagai bagian dari peringatan 67 tahun hubungan diplomatik Indonesia dengan China.

Sementara itu Duta Besar China untuk Indonesia, Xie Feng, juga setuju dengan Puan. Menurutnya, diplomasi kebudayaan ini akan membantu mempercepat integrasi visi Presiden Jokow Widodo untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia dengan ambisi Presiden China Xi Jinping untuk membangun kembali jalur perdagangan kuno sutra laut.

Pewarta:
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Komentar