Stasiun Jakarta-Kota jadi alternatif keberangkatan kereta Bandara Soekarno-Hatta

Stasiun Jakarta-Kota jadi alternatif keberangkatan kereta Bandara Soekarno-Hatta

Dokumentasi--Presiden Kunjungi Proyek Kereta Bandara Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin (kiri) meninjau Proyek pembangunan Kereta Bandara di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (4/11/2016). Dalam kunjungannya setelah melihat perkembangan pengerjaannya Presiden optimis proyek Kereta Bandara akan beroperasi pada Juli 2017. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Jakarta (ANTARA News) - Stasiun Jakarta-Kota direncanakan akan menjadi alternatif stasiun keberangkatan untuk kereta menuju Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, sebagai upaya memecah kepadatan para penumpang yang akan berangkat melalui Stasiun Manggarai.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Edi Sukmoro saat peninjauan jalur Kereta Bandara di Jakarta, Senin, mengatakan saat ini rencana tersebut tengah dibahas dengan operator yang akan menjalankan pengoperasian Kereta Bandara tersebut, yaitu PT Railink.

"Kita pelajari lagi rencana pemberangkatan dari Stasiun Jakarta Kota, kalau ini bisa, maka kepadatan Manggarai bisa tertolong karena terlalu berat bebannya," katanya.

Edi mengatakan apabila telah dioperasikan, maka rutenya Jakarta Kota-Kampung Bandan-Duri-Batu Ceper-Bandara Soetta.

Dia menjelaskan dipilihnya Stasiun Jakarta Kota karena areanya masih lebih luas dari Stasiun Manggarai dan beban penumpangnya tidak begitu berat serta bisa diakses dengan kereta rel listrik (KRL).

"Jadi, penumpang bisa naik KRL untuk menuju keberangkatan Stasiun Jakarta, tidak perlu lagi bawa mobil pribadi, dari Stasiun Pasar Senen pun bisa ke situ," katanya.

Terkait tarif, Edi akan membahasanya kembali dengan PT Railink apakah kemungkinan akan ada peberdaan besarannya dibandingkan dengan keberangkatan di Stasiun Manggarai.

Begitu pula kantong-kantong parkir, menurut dia, perlu dikaji lebih lanjut karena dengan dibukanya keberangkatan menuju bandara, maka diperkirakan akan kendaraan terparkir jumlahnya akan meningkat.

Usulan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo saat meninjau jalur kereta menuju Bandara Soekarno-Hatta Jumat (4/11) lalu bersama dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno.

"Presiden menginginkan agar bandara-bandara besar ini bisa diakses dengan kereta," katanya.

Edi menargetkan jalur kereta menuju bandara tersebut akan rampung pada Semester I 2017 atau sekitar Juni-Juli 2017.

Saat ini, lanjut dia, tengah dikebut pembangunannya, termasuk pembebasan lahan yang sudah mencapai 78 persen dan pembangunan Stasiun Sudirman Baru dan pengembangan Stasiun Duri dan Stasiun Batu Ceper.

Sementara itu, rute kereta bandara dari Manggarai, yaitu Manggarai-Sudirman Baru-Batu Ceper-Bandara yang diperkirakan hanya memakan waktu tempuh 54 menit.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Railink Kuswanto mengatakan terkait tarif akan dibahas kembali, namun saat ini rencana awal yaitu Rp100.000 sama dengan Kereta Bandara Kualanamu, Medan.

"Namun, kita sudah menyusun tarif yang lebih murah apabila berangkat secara berkelompok atau rombongan, bisa menghemat hingga 20 persen," katanya.

Pewarta:
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Komentar