Bakhes is just the boy next door. Pemilik nama lengkap Muhammad Bakhesti Igirisa ini hadir apa adanya. Bedanya Bakhes punya suara merdu.

Dahulu tak pernah Bakhes berpikir untuk berkarir di musik, bahkan di saat teman-temannya selama kuliah mulai nge-band, Bakhes memilih nyaman menjadi penikmat.

Setelah lulus kuliahpun, Bakhes sempat bekerja di bagian promosi menjadi graphic designer, bidang seni yang memang telah lama ia tekuni.

Baru tahun 2010, Bakhes mendapatkan peluang memanfaatkan kemerduan suaranya. Tidak, bukan sebagai penyanyi. Bakhes mengisi voice over untuk beberapa acara di televisi.

Publik baru mendengar kemerduan suaranya bernyanyi pada tahun 2011, ketika ia ikut pementasan “Musikal Laskar Pelangi” dalam beberapa peran, termasuk memerankan tokoh Lintang dewasa.

Bersama “Musikal Laskar Pelangi”, Bakhes tampil di Jakarta, Yogyakarta, hingga panggung Esplanade, Singapura.

Tidak hanya membuktikan dirinya bisa bernyanyi, melalui keterlibatannya di “Musikal Laskar Pelangi”, Bakhes berkenalan dengan banyak musisi, termasuk dedengkot musik, seperti Erwin Gutawa. Pintupun terbuka bagi Bakhes untuk menjelajahi dunia musik.

Tahun 2012, Bakhes mulai bikin duet project bernama B_DUO dengan single dan video clip, “Kukatakan Cinta”.
Hasilnya menggembirakan, berhasil memasuki chart lagu radio di beberapa kota. B_DUO juga sempat tampil di beberapa stasiun televisi.

Di tahun berikutnya Bakhes menyanyi di berbagai acara, termasuk menjadi backing singer untuk Erwin Gutawa Orchestra dan Big Band, Aluna Orchestra dan Big Band, Magenta Orchestra, Magenta Eleven, Purwacaraka Orchestra dan Big Band, Dian HP Big Band, hingga penyanyi seperti Afgan, Ruth Sahanaya, Kla Project, dan Lea Simanjuntak.
 
Lulusan FISIP UI ini, pada tahun 2015 merekam suaranya bersama Tabib Qiu, direkam di lagu “Sepatang Mata Bola”, untuk “Tribute to Ismail Marzuki” yang dinyanyikan Sania. Bakhes semakin mantap menapaki perjalanan di dunia musik.

Dengarkan Bakhes

“Pura-Pura”, single dari Bakhes adalah produk label #Musik Bagus yang didirikan dan dimiliki oleh Glenn Fredly.

Lirik dan lagunya merupakan garapan Bakhes, sedangkan penggarapan musiknya ada Wizzow – Wisnu Prastowo turut menghadirkan kepiawaiannya. Wizzow sendiri banyak terlibat dalam penggarapan musik Ras Muhammad, Cindy Bernadette, Soul ID, Joeniar Arief, dan penyanyi Malaysia, Nadhira.

Lirik lagu “Pura-Pura” berisi cerita hubungan pasangan sehari-hari yang penuh pura-pura. Dikemas dalam musik soul-pop music, lagu ini manis menghantar cerita yang sering dialami anak muda.

Bakhes menuturkan liriknya dengan suara merdu, mengajak pendengarnya tersenyum memasuki ruang memori pengalamannya masing-masing.

Sebagaimana label #MusikBagus, Bakhes menghadirkan musik apik untuk menyemarakkan kehidupan. Musik yang mendekatkan pendengarnya kepada keseharian kehidupan yang wajib disyukuri.

Single “Pura-Pura” yang dirilis bersamaan dengan album perdana yang berjudul “Bakhes” pada 11 November 2016 , hadir sebagai teman bagi pendengarnya, karena suara Bakhes menyapa dan menggugah cerita teman-teman pencinta musik Indonesia.
 
text :
Widyasena Sumadio

ADVERTORIAL


foto : Jozz Felix

Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2016