counter

Hidroponik mulai diminati masyarakat perkotaan

Hidroponik mulai diminati masyarakat perkotaan

Dokumentasi: Stok Pangan Nasional Petani memanen padi di Desa Sidorejo, Wonoasri, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu (7/10/15). (ANTARA FOTO/Siswowidodo) ()

Jakarta (ANTARA News) - Masyarakat di perkotaan mulai meminati metode pertanian hidroponik yang menggunakan media air dalam proses bercocok tanamnya.

"Bercocok tanam dengan metode hidroponik mulai diminati masyarakat di perkotaan, karena lahan yang semakin sempit tidak memungkinkan untuk menggunakan media tanah," ujar Kepala Pemasaran PT Citra Nusa Insan Cemerlang (CNI) , Marsel Ferdinand, di Jakarta, Jumat.

Dia menjelaskan metode penanaman hidroponik merupakan metode pertanian masa depan, karena lahan yang semakin lama semakin sempit. Sementara jumlah permintaan akan pangan akan terus meningkat.

"Kami melihat bahwa lahan yang semakin sempit, akibatnya bertani semakin sulit di medium tanah. Untuk mengakomodir itu, dengan metode hidroponik," katanya.

Hidroponik memiliki keunggulan yakni lahan lebih efisien, kuantitas dan kualitas produksi lebih tinggi dan lebih bersih, penggunaan pupuk dan air lebih efisien, serta pengendalian hama dan penyakit lebih mudah.

Perusahaan tersebut juga mempunyai kebun hidroponik dan sayuran yang dihasilkan lebih bagus.

Marsel menjelaskan pihaknya dalam waktu dekat akan meluncurkan pupuk yang digunakan untuk pertanian hidroponik.

"Kami memperkirakan akan semakin banyak yang bertani dengan metode ini. Tapi sampai saat ini, masih sedikit pupuk untuk hidroponik."

Oleh karenanya, pihaknya mulai melirik pupuk untuk hidroponik. Namun hingga saat ini, pihaknya masih merahasiakan kapan pupuk tersebut diluncurkan.

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Mentan targetkan Sumsel jadi lumbung pangan terbesar di Indonesia

Komentar