counter

Sarlito Wirawan meninggal dunia

Sarlito Wirawan meninggal dunia

Keluarga dan kerabat membacakan ayat suci Alquran di samping jenazah guru besar Psikologi Universitas Indonesia almarhum Profesor Sarlito Wirawan dirumah duka di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (15/11/2016). Almarhum yang merupakan salah satu penasihat Kapolri, meninggal pada usia 73 tahun karena sakit. (ANTARA /Muhammad Iqbal)

Jakarta (ANTARA News) - Guru Besar Fakultas Ilmu Psikologi Universitas Indonesia Sarlito Wirawan Sarwono meninggal dunia di Rumah Sakit PGI Cikini, Jakarta Pusat, Senin malam 14 November 2016 kemarin sekitar pukul 22.18 WIB.

"Beliau meninggal pada usia 72 tahun," kata tetangga almarhum, Sulio, di sekitar tempat persemayaman di Rumah Duka di Kompleks Dosen UI, Ciputat, Selasa pagi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Antara, Sarlito bakal dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Giri Tama Tonjong, Parung, Bogor, Jawa Barat.

Sebelum dimakamkan, Sarlito akan disalatkan terlebih dahulu di Masjid Al Irfan di kawasan Kompleks Dosen UI Ciputat.

Menurut kerabat yang ditemui di rumah duka, penyakit yang mengakibatkan wafatnya pakar psikologi itu masih belum ditentukan, tetapi kemungkinan karena ada gangguan pencernaan di ususnya.

Sarlito yang lahir di Purwokerto, 2 Februari 1944, pernah menjabat Dekan Fakultas Psikologi UI selama tujuh tahun hingga tahun 2004, dan spesialisasinya beragam antara lain dalam bidang Psikologi Sosial dan Lintas-Budaya.

Pakar yang tulisannya kerap menghiasi media massa itu juga pernah menjabat Ketua Program Ilmu Kepolisian UI pada periode 2007-2012.

Senin kemarin sebenarnya Sarlito diminta Badan Reserse Kriminal Mabes Polri untuk menjadi saksi dalam kasus dugaan penistaan agama.

Setelah itu, Sarlito juga diundang untuk menghadiri konferensi di Singapura, tetapi karena kesehatannya tiba-tiba menurun, beliau langsung dilarikan ke rumah sakit.

Di sekitar rumah duka, para pelayat mulai berdatangan sejak pagi. Terdapat juga banyak karangan buka duka dari beragam pihak seperti dari Kapolda Metro Jaya M Iriawan dan juga dari Himpunan Psikologi Indonesia.



Pewarta: Muhammad Razi Rahman
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Polisi pulihkan psikologi anak-anak korban kerusuhan Wamena

Komentar