BookMyShow kini punya 100.000 pengguna di Indonesia

BookMyShow kini punya 100.000 pengguna di Indonesia

Co-founder dan director BookMyShow Indonesia Sudhir Syal dalam pengumuman kontes "Gratis Nonton Setahun" di CGV Blitz Jakarta Pusat, Kamis (17/11/2016). (ANTARA News/ Arindra Meodia)

Jakarta (ANTARA News) - Platform penjualan tiket bioskop asal India BookMyShow yang resmi diliris di Indonesia pada 1 Juni, kini memiliki 100.000 pengguna di Indonesia.

"Kami tumbuh sangat cepat, saat ini kami punya 100.000 pengguna dari iOS, Android dan website," kata co-founder dan director BookMyShow Indonesia Sudhir Syal kepada ANTARA News di Jakarta, Kamis.

Untuk jumlah penjualan tiket, Sudhir menjelaskan, tergantung pada musim liburan dan film itu sendiri. Misalnya, pada film yang menggebrak bioskop "Warkop DKI Reborn: Jangkrik Bos", BookMyShow juga ikut dibanjiri pesanan tiket untuk menonton film tersebut.

Kesuksesan BookMyShow di Indonesia bukan berarti tanpa kendala. Hal yang paling menantang dalam mengembangkan BookMyShow di Indonesia, menurut Sudhir, adalah sistem pembayaran.

"Semua orang menggunakan internet saat ini, tapi payment yang menjadi tantangan terbesar. Tantangan lainnya adalah mencari orang yang ahli dalam bidang teknologi," ujar Sudhir.

BookMyShow telah beroperasi di India, Uni Emirat Arab, Selandia Baru, Indonesia, dan yang terbaru Srilanka.

Sudhir mengatakan India dan Indonesia merupakan dua pasar terbesar. Hal tersebut menjadi alasan BookMyShow untuk mengembangkan sayap di Indonesia.

"Ada dua alasan. Pertama, market yang besar dengan 250 juta orang, 100 juta pengguna internet, 50 juta pengguna smartphone, dan juga pasar film di Indonesia memiliki pasar yang besar," kata Sudhir.

"Kami saat ini tengah mengevaluasi sejumlah negara di Asia Tenggara, kami melihat Malaysia dan Filipina," lanjut dia.

Lebih lanjut, Sudhir berharap, seperti di industri travelling, di mana orang-orang cenderung membeli tiket di platform penjualan tiket online seperti Tiket.com atau Traveloka dibandingkan website maskapai penerbangan.

"Karena di platform tersebut orang dapat melihat semua maskapai dan membandingkan harganya. Sama halnya dengan BookMyShow, saya yakin orang-orang akan banyak membeli tiket film dan pertunjukan di BookMyShow," kata dia.

Untuk strategi pemasaran, Sudhir menjelaskan, selain ikut dalam pemasaran film, BookMyShow juga melakukan pemasaran digital. Lebih dari itu, platform tersebut fokus pada analitik dan pengalaman pengguna.

"Kami tahu film seperti apa yang ditonton pengguna, siapa aktor yang disukai pengguna, dengan ini kami akan memberitahukan informasi terkini mengenai aktor dan film yang disukai pengguna," ujar Sudhir.

"Kami juga akan menghadirkan lebih banyak konten, jadi kami ingin tidak hanya platform penjualan tiket, tapi kami juga ingin menjadi seperti imdb, sehingga pengguna melakukan riset. Kami juga menyajikan trailer, sehingga pengguna bisa mendapat satu paket lengkap," tambah dia.

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Polda Jabar luncurkan posko dan aplikasi pengaduan masyarakat E-Dumas

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar