counter

Panglima TNI ajak umat doakan keselamatan bangsa

Panglima TNI ajak umat doakan keselamatan bangsa

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (kiri) berjalan memasuki lokasi Istigosah dan Doa di Silang Monas, Jakarta, Jumat (18/11/2016). Istigosah dan doa bersama para prajurit TNI-POLRI, masyarakat dan juga anak yatim digelar untuk keselamatan dan persatuan bangsa menjelang Pilkada Serentak 2017. (ANTARA FOTO/Angga Pratama)

Dan pada kesempatan ini, kita bersama berdoa perjalanan bangsa masih sangat panjang, cobaan bertubi-tubi pasti ada
Jakarta (ANTARA News) - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengajak seluruh umat beragama bersatu padu dengan tulus ikhlas memanjatkan doa demi keselamatan bangsa dan negara.

"Dalam kesempatan ini saya mengajak semuanya bersyukur bahwa kita digerakkan hatinya untuk sama-sama berkumpul di sini untuk bersatu dengan tulus dan ikhlas untuk berdoa demi keselamatan bangsa," ujar Gatot Nurmantyo dalam sambutannya pada acara bertajuk "Istigasah dan Doa Keselamatan Bangsa" di Lapangan Monumen Nasional, Jumat pagi.

Dalam acara yang dihadiri ribuan umat Islam tersebut, Panglima TNI juga meminta umat Islam yang hadir untuk memanjatkan doa bagi para pahlawan yang merintis kemerdekaan Republik Indonesia dan mempertahankan kemerdekaan.

"Pahlawan revolusi menjadi syuhada di sisi Allah SWT. Kita sadari kita merdeka karena Allah SWT. Dan pada kesempatan ini, kita bersama berdoa perjalanan bangsa masih sangat panjang, cobaan bertubi-tubi pasti ada," ujarnya.

Acara doa bersama di Monas tersebut merupakan salah satu lokasi yang menjadi pusat penyelenggaraan acara serupa yang dilaksanakan TNI/Polri di sejumlah lokasi lain seperti di gereja, pura, dan tempat ibadah lainnya.

Istigasah di Lapangan Monas tersebut dipimpin oleh Ustaz Arifin Ilham dan ceramah agama yang disampaikan Habib Al-Musyafah.

Selain itu, tampak hadir dalam acara tersebut Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan Kapolda Metro Jaya Irjen (Pol) Muchammad Iriawan.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian berharap acara doa bersama masyarakat yang dilaksanakan di Lapangan Monas itu dapat menjadi langkah dasar dalam mempertahankan persatuan dan kesatuan NKRI.

Dalam sambutannya, Tito Karnavian menyatakan, kasus Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama, tidak boleh menjadi sumber pemecah belah bangsa.

"Saya mengimbau agar proses ini dikembalikan kepada hukum dan tidak dicampuradukkan ke ras, suku dan lain-lain," ujar Tito.

Dia menambahkan, Pilkada Serentak 2017 merupakan bagian dari sistem politik yang memberikan hak kepada semua warga untuk memilih pimpinannya.

"Selanjutnya, apa yang kita lakukan bersama tentu tidak ada artinya kalau tidak mendapatkan bantuan dari Allah," kata Kapolri sambil mengajak umat Islam yang hadir untuk memanjatkan doa.

Pewarta: Arief Mujayatno
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Kapolri: 90 persen karhutla karena kesengajaan

Komentar