Cornelis ajak masyarakat gencarkan tanam pohon di rumah dan sekitarnya

Cornelis ajak masyarakat gencarkan tanam pohon di rumah dan sekitarnya

Ilustrasi. Atlet Paramotor Tebar Biji Pohon Penghijauan. Dua atlet paramotor menyebarkan biji pohon penghijauan di lereng perbukitan Rahtawu, Gebog, Kudus, Jawa Tengah, Rabu (18/11/2015). Sebanyak 411 kg biji aneka jenis pohon penghijauan seperti biji pohon mahoni, trengguli, randu, kenari, salam, asem, akasia serta trembesi ditebar oleh atlet paramotor sebagai upaya penghijauan kembali lereng gunung Muria. (ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho)

Ini sangat penting dan sangat relevan dengan upaya menanam pohon, menghutankan kembali. Kembalikan hutan kita dan hutankan halaman rumah kita. Jaga pohon dengan pohon buah-buahan, pohon serbaguna."
Pontianak (ANTARA News) - Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis mengimbau kepada semua masyarakat Kalbar untuk dapat melestarikan dan menanam pohon di sekitar rumah, guna mencegah naiknya panas bumi yang diprediksi mencapai 2 derajat Celcius pada 2050.

"Diprediksikan, pada tahun 2050 panas bumi bisa naik mencapai 2 derajat Celcius. Untuk itu saya mengajak seluruh masyarakat Kalbar agar bisa menanam pohon di rumahnya, untuk mencegah hal itu terjadi," kata Cornelis, dalam kegiatan Hari Menanam Pohon Indonesia, di Kecamatan Mandor, Senin.

Menurut dia, tidak ada cara lain untuk mengantisipasi naiknya panas bumi selain menanam pohon yang merupakan upaya menyelamatkan bumi, menjaga keanekaragaman hayati, menghemat dan menumbuhkan mata air yang baru yang memberikan oksigen bagi kehidupan.

"Dengan menanam pohon, kita juga mengantisipasi bencana alam dan longsor," tuturnya.

Terkait hal itu, katanya lagi, penanaman pohon itu diatur dalam undang-undang nomor 16 tahun 2016 tentang pengesahan persetujuan Paris atas konvensi kerangka kerja PBB mengenai perubahan iklim, lembaran negara nomor 204 tambahan lembaran negara nomor 5939.

Tujuan utamanya menahan laju kenaikan suhu bumi untuk tidak lebih dari 2 derajat Celcius. Atau sedapatnya minimal menekan hingga 1,5 derajat Celcius langkah utamanya adalah mitigasi dan adaptasi serta mitigasi mengurangi emisi karbon dari deforestasi hutan.

"Ini sangat penting dan sangat relevan dengan upaya menanam pohon, menghutankan kembali. Kembalikan hutan kita dan hutankan halaman rumah kita. Jaga pohon dengan pohon buah-buahan, pohon serbaguna." ujar Cornelis.

Hadir dalam peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional, tersebut Ketua Tim Penggerak PKK provinsi Kalbar, Forkompinda Kalbar, SKPD, Bupati Mempawah dan Bupati Landak, jajaran DPRD Provinsi Kalbar dan DPRD Landak. Komunitas pencinta Alam, pelajar dan masyarakat sekitar.

Dia mengingatkan agar masyarakat sekitar Bukit Suharto tidak menjual tanah yang menjadi aset pemerintah Provinsi Kalbar.

"Saya mohon masyarakat Mandor, di sekitar Mandor agar menjaga bukit Suharto, jangan dijual belikan, yang sudah terlanjur agar dikembalikan, kalau tidak maka kita minta aparat hukum untuk memproses. Agar lebih aman supaya area dipagar pakai kawat berduri, mudah-mudahan ada NGO bisa merawat hutan ini," tuturnya.

Menurut mantan Bupati Landak itu, keberhasilan program penanaman dan pemeliharaan pohon sangat tergantung pada 6 T, yaitu tepat perencanaan, tepat pemeliharaan jenis, tepat pembibitan, tepat waktu penanaman, tepat pemeliharaan dan tepat pemanenan.

Dia menjelaskan, pemerintah berupaya menanam pohon bersama dilakukan sistematis dengan pendekatan tapak demi tapak ditanami, sehingga tapak demi tapak juga menghijau sampai satu lanscape menghijau.

"Mari kita tanami pohon sebanyak-banyaknya jadikan rumah kita hutan kita begitu pula sebaliknya." ujar Cornelis, sambari mengajak semua Bupati, walikota, masyarakat, LSM, bersama-sama menanam pohon kembali.

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Peduli penghijauan, Polda Kalsel tanam 31.296 pohon

Komentar