Jakarta (ANTARA News) - Juara dunia IBF Youth dan juara WBO Asia Pasifik kelas bantam junior 52,2 Kg, Iwan Zoda akan menantang petinju asal Thailand, Solieng Souvnna Phakdy memperebutkan Sabuk Emas KASAU di Gedung Puri Ardiya Garini Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu (23/11).

Selain mempertemukan petinju yang sudah punya nama, kejuaraan hasil kerjasama antara TNI AU dengan Daicima Promotor juga mempertandingkan perebutan juara nasional versi Asosiasi Tinju Indonesia (ATI) antara Ilham Leoisa melawan Pilipus Rangga di kelas welter junior 63,5 kg.

"Agenda ini merupakan yang kelima kalinya digelar. Kali ini kami menggandeng Daicima Promotor untuk menggelar kejuaraan yang kami harapkan mampu mengorbitkan petinju muda di Indonesia ke kancah internasional," kata Project Officer Sabuk Emas KASAU, Kolonel TNI AU Daryl Kaesory di Jakarta, Selasa.

Sebelum kejuaraan menggelar kejuaraan di Puri Ardiya Halim Perdanakusuma, kata dia, kejuaraan yang sama juga pernah digelar di beberapa daerah diantaranya adalah Pontianak, Senayan dan Cilangkap.

Pertandingan antara Iwan Zoda melawan Solieng ini diprediksi akan berlangsung dengan ketat karena penantang petinju Indonesia yang dikenal dengan julukan "Sniper" ini akan berhadapan dengan petinju peringkat dua di Negeri Gajah Putih itu.

"Semoga dengan adanya kejuaraan ini muncul petinju-petinju muda Indonesia yang siap menjalani pertandingan internasional," katanya menambahkan.

Sementara itu, promotor pertandingan Sabuk Emas KASAU, Dewi Sari, menyampaikan hal senada. Menurut dia, dengan adanya kejuaraan ini diharapkan banyak melahirkan juara nasional dan kedepannya bisa dikenal di dunia internasional.

Dipilihnya petinju Thailand sebagai lawan Iwan Zoda, Dewi menjelaskan karena petinju dari Negeri Gajah Putih itu memiliki kemampuan lebih dan sudah dikenal sebagai petinju handal terutama di kawasan Asia Tenggara.

"Alasan kita adalah memberikan lawan yang sepadan bagi Iwan Zoda untuk mempertahankan gelar juara dunianya. Selain itu tentunya, agar pera petinju kita bisa menggema namanya di dunia tinju internasional," katanya.

Menurut dia, kedepannya tidak hanya petinju asal Thailand saja yang bakal dihadirkan di Indonesia. Pihaknya juga akan berusaha menghadirkan petinju dari negara lain guna menghadapi petinju potensial asal Indonesia.

Pewarta: Bayu K
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2016