Saham Tiongkok sebagian besar ditutup tidak berubah

Shanghai (ANTARA News) - Saham-saham Tiongkok ditutup hampir tidak bergerak pada Rabu, mengonsolidasikan keuntungan baru-baru ini dengan target valuasi lebih rendah di sektor perbankan dan properti yang masih disukai oleh investor.

Indeks saham-saham unggulan atau "blue-chips" CSI300 naik 0,2 persen menjadi berakhir di 3.474,73 poin, sedangkan indeks komposit Shanghai kehilangan 0,2 persen menjadi berakhir di 3.241,14 poin, lapor Reuters.

Kedua indeks mencapai tingkat tertinggi sejak awal Januari, dan berada dalam tren kenaikan teknikal, setelah menembus rentang perdagangan yang berlangsung selama delapan bulan.

Penguatan itu sebagian dibantu oleh rekor penutupan di Wall Street, dan persepsi bahwa Amerika Serikat kemungkinan menarik diri dari kawasan perdagangan bebas Asia-Pasifik yang akan memungkinkan Tiongkok memainkan peran lebih besar di wilayah tersebut.

Presiden AS terpilih Donald Trump telah memberikan pemberitahuan bahwa ia bermaksud untuk menarik diri dari Kemitraan Trans-Pasifik (TPP) setelah dia dilantik.

Sektor properti Tiongkok ditutup 1,3 persen lebih tinggi, di tengah berita bahwa China Evergrande Group telah membeli lagi 551,96 juta saham Vanke yang di perdagangkan di Shenzhen dalam beberapa bulan terakhirn, menggandakan kepemilikannya di pengembang tersebut menjadi 10 persen.

Pembelian itu memperkuat pandangan bahwa saham-saham properti yang cukup murah masih layak investasi, meskipun Beijing melakukan pembatasan pembelian rumah.

Sektor-sektor bervariasi, dengan kenaikan dipimpin oleh bank dan properti, sementara infrastruktur dan saham energi mengambil jeda, menunjukkan tanda-tanda "rotasi" sektor.
(Uu.A026/B012)

Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Presiden buka perdagangan perdana, IHSG menguat

Komentar