counter

Mimpi hutan hujan tropis Delia von Rueti

Mimpi hutan hujan tropis Delia von Rueti

Penggagas hutan hujan tropis di Kalimantan Tengah Delia von Rueti (ANTARA News/ Lia Wanadriani Santosa)

Jakarta (ANTARA News) - Di atas lahan seluas 2.500 hektar yang terletak di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, desainer perhiasan Delia von Rueti bermimpi mewujudkan hutan hujan tropis.

Usaha Delia mewujudkan mimpinya itu tak membutuhkan waktu sebentar. Perempuan asal Pematang Siantar, Sumatera Utara itu harus menghabiskan waktu sekitar 4,5 tahun hanya untuk mendapatkan lisensi lahan.

"4,5 tahun untuk lisensi lahan, saya harap mimpi ini menjadi nyata," ujar dia yang menggagas kegiatan Love & O2 itu di Jakarta, Rabu.

"Saya siap mendonasikan lahan pribadi untuk konservasi. Mimpi besar saya adalah kita dapat membangun hutan hujan tropis pertama di Indonesia yang kelak dapat dinikmati generasi berikutnya," imbuh Delia.

Nantinya di atas lahan itu, Delia dan rekan-rekannya akan menanam pohon berkayu keras seperti pohon kayu besi atau kayu ulin, dan meranti, karena merupakan jenis pohon yang dapat tumbuh cepat di Kalimantan Tengah. Kemudian akan ada tanaman buah seperti manggis, nagka, tamarin, flamboyan, ketapang dan lainnya.

"Saya ingin menjadikannya sebagai taman paling indah dan diharapkan dengan tumbuh dan berbuahnya pohon-pohon ini, para satwa akan kembali ke habitatnya karena tersedia banyak buah yang bisa mereka makan," tutur Delia.

Mimpi ini tak muncul begitu saja. Berawal dari keprihatinan semakin berkurangnya lahan hutan di Indonesia bahkan dunia, serta pertanyaan bagaimana kelanjutan populasi flora dan fauna menjadi alasan besar Delia melakukan ini.

"Saya travel ke sana ke sini. Saya melihat kesalahan yang terjadi di masa lalu (menebang pohon secara liar). Melindungi pohon lebih sulit dari menanamnya," tutur dia.

Usaha perwujudan hutan hujan tropis, sambung Delia dirasa akan membantu perekonomian masyarakat sekitar yang saat ini tengah dilanda kesulitan ekonomi.

"Di sekitar lahan ada 620 keluarga, 11 desa dan 3 kecamatan. Pekerjaan masyarakat enggak ada, pabrik macet, batubara lemas. Dengan adanya kebun, ada pekerjaan ekstra. Para istri bisa dibikin pelataran untuk organik," tutur Delia.

Kemudian, soal penanaman pohon serta pemeliharaan hutan, Delia menggagas gerakan "1 T-shirt for 1 Tree". Hasil dari penjualan t-shirt yang dibanderol Rp 100 ribu itu akan disumbangkan untuk kedua hal itu.

"Target saya 1 miliar t-shirt. Target saya setinggi langit, memberikan aktivitas pda anak muda supaya berpikiran positif," kata ibu tiga orang putri itu.

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Komentar