Boris Becker kritik Djokovic usai akhiri kerja sama

Boris Becker kritik Djokovic usai akhiri kerja sama

Boris Becker. (REUTERS)

Berlin (ANTARA News) - Novak Djokovic tidak berlatih cukup keras dan tidak akan merebut kembali peringkat teratas dunia kecuali dia berlatih "berjam-jam", kata mantan pelatihnya, Boris Becker, setelah kerja sama mereka berakhir.

Djokovic sudah menyabet 12 gelar Grand Slam, enam di antaranya selama bersama pelatih Becker, tapi pada Selasa petenis Serbia itu membenarkan rumor bahwa dia dan legenda Jerman itu berpisah setelah bekerja sama selama tiga tahun.

"Dia tidak menghabiskan banyak waktu untuk berlatih di lapangan sebagaimana seharusnya dalam enam bulan terakhir dan dia tahu itu," kata Becker (49) kepada Sky Sports News.

"Kesukesan tidak datang hanya dengan menekan satu tombol. Kau harus bekerja keras karena itulah yang dilakukan lawan-lawanmu."

Setelah memenangi Prancis Terbuka pada Juni, performa Djokovic di paruh kedua musim ini buruk. Dia kehilangan peringkat nomor satu dunia yang sudah dia pegang selama 122 pekan kepada petenis Inggris Andy Murray pada November.

Djokovic juga kehilangan gelar Wimbledon dan AS Terbuka dan tersingkir di babak pertama Olimpiade Rio.

Ia melakukan perubahan dalam tim pelatihnya menjelang akhir musim dan pelatih Spanyol Pepe Imaz bergabung dengannya untuk Paris Masters, tempat juara empat kali itu tersingkir di babak perempat final, dan World Tour Finals di London, tempat dia kalah dari Murray.

"Keputusan semacam itu tidak terjadi semalam, itu proses," kata Becker, yang menyebut perpisahan mereka "konsensual."

Becker, juara Wimbledon tiga kali, mengatakan dia sekarang dia akan menjadi "penggemar berat" Djokovic dan yakin petenis 29 tahun itu bisa merebut kembali status nomor satunya.

"Saya juga yakin dia akan kembali menjadi pemain paling dominan, tapi dia harus kembali berlatih di lapangan dan berlatih selama berjam-jam yang dibutuhkan," katanya.

"Novak harus konsentrasi pada apa yang membuatnya kuat," kata Becker sebagaimana dikutip kantor berita AFP.(mr)


Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar