Presiden Jokowi akan tonton final kedua Piala AFF dari Jakarta

Presiden Jokowi akan tonton final kedua Piala AFF dari Jakarta

Timnas Indonesia. (ANTARA /Wahyu Putro A)

Jakarta (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo akan menyaksikan pertandingan final sepak bola Piala AFF 2016 leg 2 antara Tim Nasional Indonesia melawan Thailand esok dari Tanah Air.

"Pak Presiden nonton di sini di Jakarta, tetapi beliau secara langsung sudah berkomunikasi dengan Ketua Umum PSSI dan Panglima TNI," kata Seskab Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat.

Ia menyebutkan Panglima TNI sudah meminta izin berangkat menyaksikan langsung pertandingan ini, termasuk Menteri Agama dan Menpora.

"Ya mudah-mudahan dengan kehadiran itu menambah semangat Timnas," kata Pramono.

Pramono sendiri berharap setelah lima kali masuk final, pertandingan di Thailand dapat memberikan hasil membahagiakan bagi Indonesia.

Presiden Jokowi menyaksikan pertandingan final leg 1 antara Indonesia dengan Thailand yang berlangsung di Cibinong Bogor yang dimenangkan Indonesia 2-1 itu dari Teheran, Iran, melalui video streaming.

Ketika ditanya apakah Presiden akan memberikan apresiasi atau bonus jika Timnas menang, Pramono mengatakan biar Presiden yang menyampaikan langsung soal itu.

"Kita menginginkan menang. Karena ini sudah satu kaki, satu langkah di tangga juara, kami meyakini dengan emangat yang ada dari materi pemain, meski Andik enggak bisa main tetapi Boaz, Rizki Pora, Lilly Palli, Hansamu dari Mojokerto itu bisa membuat gol kembali dengan kepalanya, dan menurut saya goal kedua kemarin luar biasa," katanya.

Dia mengakui kondisi pertandingan di Thailand akan berbeda dengan saat di Indonesia karena banyak suporter Thailand di sana. "Tapi kita meyakini suporter kita enggak kalah dari suporter Thailand," katanya.

Pramono kemudian berharap Ketua Umum PSSI dapat menjaga momentum untuk membangkitkan kembali kekuatan sepak bola nasional.

Pewarta: Agus Salim
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Presiden berikan Timnas U-22 tambahan bonus Rp200 juta

Komentar