Parapat, Sumut (ANTARA News) - Tokoh Nahdatul Ulama (NU) Mahfud MD mengingatkan elemen bangsa untuk menjaga sikap toleransi dan patuh hukum dalam menjaga kemajemukan suku, ras, dan agama di Indonesia.

"Jangan sampai perbedaan yang ada di masyarakat Indonesia dimanfaatkan kekuatan asing," ujar mantan Ketua MK itu pada acara Sarasehan Nasional tentang Kebhinnekaan di Inna Hotel Parapat, Danau Toba, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Jumat.

Menurut Mahfud MD, kekuatan asing jangan sampai menghancurkan NKRI seperti Irak, Afghanistan dan Suriah, karena gagal mengelola perbedaan rakyatnya.

Sementara Indonesia yang memiliki 1000 lebih suku, 726 bahasa dan enam agama resmi ditambah keyakinan-keyakinan lainnya bisa hidup rukun.

"Indonesia tidak pernah bertengkar karena agama, sebab masing-masing warga menyadari agama itu urusan pribadi dengan Tuhan," kata Mahfud MD.

Kesadaran merawat kebhinnekaan Indonesia kata Mahfud MD, karena ada toleransi dalam perbedaan dan menyadari perbedaan itu sebagai kehendak Tuhan.

Selain itu, memerlukan penegakkan hukum supaya tidak menimbulkan disorientasi yang mengakibatkan distrust (ketidakpercayaan) hingga terjadi disobedient atau pembangkangan dan akhirnya disintegrasi.

Pewarta: Waristo
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2016