Apple bangun pusat inovasi di Indonesia 2017

Apple bangun pusat inovasi di Indonesia 2017

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berfoto bersama Ketua Yayasan Multimedia Nusantara Teddy Surianto, Rektor UMN Ninok Leksono (memakai toga), Komisaris Utama UMN Irwan Oetama (Kanan) pada wisuda ke-X (sepuluh) UMN di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD Tangerang, Sabtu. (ANTARA News/ Biro Humas Kementerian Perindustrian)

Jakarta (ANTARA News) - Perusahaan teknologi multinasional asal Amerika Serikat, Apple akan membangun pusat inovasi di Indonesia yang bakal menjadi yang pertama di Asia.

Demikian disampaikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melalui keterangan tertulis diterima di Jakarta, Sabtu.

Dengan nilai investasi sebesar Rp1,1 triliun, Apple Innovation Centre ini secara bertahap akan dibangun di empat kota di Indonesia, yaitu di Jakarta, Bandung, Jogjakarta dan Surakarta.

Di saat bersamaan, Kemenperin juga akan melatih Sumber Daya Manusia yang potensial untuk mengembangkan perusahaan rintisan atau startup baru.

"Rencananya, setiap tahun akan dilatih 1800 SDM yang berpotensi untuk mengembangkan perusahaan-perusahaan startup baru dan akan mendorong terserapnya ratusan ribu tenaga kerja,” ungkap Airlangga.

Dengan berdirinya Apple Innovation Centre, diharapkan infrastruktur inovasi yang dimiliki Indonesia semakin kuat.

Selain pengembangan SDM, lanjut Airlangga, Kemenperin juga sedang mengembangkan infrastruktur digital untuk industri kecil dan menengah (IKM), yakni program e-smart IKM dalam upaya memperluas pasar dalam rantai nilai dunia dan menghadapi era Industri 4.0.

“Program e-smart IKM ini akan terintegrasi dengan klaster-klaster prioritas seperti industri perhiasan, furniture, kerajinan, dan kosmetik sehingga akan membantu para pelaku IKM dalam melakukan promosi dan meningkatkan penjualan produk baik di dalam maupun luar negeri,” jelasnya.

Sedangkan, pemilihan sektor industri yang potensial dalam skema industri 4.0, yaitu yang sesuai dengan karakteristik berbasis internet dan otomasi seperti industri komponen, pupuk, semen, tekstil, elektronik dan permesinan. “Kami berharap, langkah-langkah tersebut bisa memberikan perspektif pembangunan infrastruktur digital pada industri manufaktur dalam meningkatkan daya saing,” pungkasnya.

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Menristek tinjau pusat unggulan iptek di Kampus ITS

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar