UKM korban gempa Aceh dapat restrukturisasi kredit

UKM korban gempa Aceh dapat restrukturisasi kredit

ilustrasi: Pengungsi Korban Gempa Pidie Jaya Sejumlah warga mengungsi di halaman Masjid At-Taqwa, Pidie Jaya, Aceh, Kamis (8/12/2016). Warga yang tempat tinggalnya mengalami kerusakan akibat gempa berkekuatan 6,5 SR pada Rabu (7/12/2016) mengungsi ke tempat-tempat yang dianggap aman. (ANTARA /Hafidz Mubarak A)

Jakarta (ANTARA News) - Para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang menjadi korban gempa di Pidie Jaya, Pidie, dan Biereun, Provinsi Aceh, akan mendapatkan restrukturisasi kredit.

Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Braman Setyo di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa pihaknya melakukan langkah-langkah untuk mendukung dan mempercepat pemulihan pelaku UKM korban gempa Pidie Jaya dan sekitarnya.

"Dari hasil inventarisasi diperoleh sebanyak 1.082 pelaku UKM menjadi korban gempa," katanya.

Terkait dengan hal itu, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Aceh, perwakilan OJK, Pimpinan Wilayah BRI Aceh, Area Head Mandiri Banda Aceh, Perwakilan dari BNI, perwakilan dari Bank Aceh, dan Kepala Badan Badan Penanganan Bencana Aceh (BPBA), serta wakil dari Biro Ekonomi Setda Provinsi Aceh.

Dari pertemuan tersebut, diputuskan sebanyak 1.082 UKM akan mendapat restrukturisasi kredit untuk membantu meringankan usaha mereka yang hancur karena gempa.

"Pada prinsipnya semua perbankan setuju dan sepakat untuk merestrukturisasi kredit, tergantung pada kondisi masing pelaku usaha UKM dan jenis restrukturisasi masing-masing perbankan sehingga bisa berbeda penerapannya tiap bank," kata Braman.

Data pelaku UKM yang terkena dampak gempa Aceh merupakan debitur dari tiga bank terbesar di Indonesia, yaitu 497 debitur dengan outstanding Rp22,3 miliar dalam bentuk kredit komersial dan 585 debitur dengan outstanding Rp8,9 miliar berupa Kredit KUR.

Jenis restrukturisasi yang akan dilakukan, antara lain, penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu kredit, pengurangan tunggakan bunga kredit, pengurangan tunggakan pokok kredit, penambahan fasilitas kredit, dan konversi kredit menjadi penyertaan modal sementara.

Braman menjelaskan pula terkait dengan pertimbangan terhadap usulan UKM yang telah mengajukan kredit komersial dan terkena musibah agar dilakukan konversi kredit ke kredit usaha rakyat (KUR) dengan bunga 9 persen dengan syarat nonperforming loan (NPL) kredit komersial itu di bawah batas normal.

"Saya kira ini akan sangat membantu para pelaku UKM yang terdampak gempa di Aceh ini," kata Braman.

Pewarta: Hanni Sofia Soepardi
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Antisipasi gempa, pelajar di Aceh simulasi siaga bencana

Komentar