Basra, Irak (ANTARA News) - Pasukan Inggris dan Denmark pada Selasa menyerahkan pangkalan ketiga tentara di kota pelabuhan selatan Basra kepada pasukan Irak sebagai bagian penarikan berangsur-angsur tentara mereka dari negara terkoyak perang itu. Pangkalan perbekalan Al-Shuaiba --yang pada puncaknya sesudah serbuan atas Irak pada Maret 2003 ditempati 8.000 tentara gabungan-- menjadi tempat penurunan resmi bendera Inggris dan Denmark serta penaikan triwarna Irak. "Kami akan pindah ke bandar udara Basra dan melakukan pekerjaan di sana, seraya menantikan penarikan dari Irak pada Agustus 2007," kata Kolonel Tim Peterson dari Denmark dalam upacara penyerahan itu. Juru bicara tentara Inggris Mayor David Gell mengatakan kepada kantor berita Prancis (AFP) bahwa pangkalan itu akan dipakai sebagai pusat pelatihan bagi pasukan Irak, sedangkan tentara Inggris akan tinggal di pangkalan udara di dekatnya sampai tahun yang akan datang. "Shuaiba akan memberi tentara Irak tempat lapang untuk mengadakan pelatihan dan oleh karenanya melayani kemajuan kemampuan mereka sewaktu kami menyerahkan kendali kepada propinsi Basra," kata Gell. Dua pangkalan lagi, istana Basra dan pelabuhan udara Basra, masih di bawah kendali pasukan gabungan pimpinan Inggris. Pangkalan itu diserahkan kepada pasukan Irak di Basra adalah hotel Shatt al-Arab dan gedung pemerintah Basra. Pada 14 April, tentara juga menyerahkan keamanan propinsi selatan kaya minyak Maysan, provinsi keempat diambil alih pasukan Irak dari tentara gabungan dan yang ketiga dari tentara Inggris. Penyerahan oleh tentara Inggris itu merupakan bagian penarikan berangsur-angsur tentara dari Irak seperti diumumkan Perdana Menteri Tony Blair pada Februari. Blair menyatakan, jumlah tentara Inggris di Irak mungkin turun menjadi 5.000 menjelang akhir tahun, dibandingkan dengan sekitar 7.200 sekarang, hampir semua berada di selatan. Tapi, ia menyatakan, tentara Inggris akan tinggal di pangkalan pelabuhan udara di luar Basra sampai 2008 untuk membantu pasukan Irak dalam peran mendukung "sepanjang diinginkan dan ada pekerjaan". Denmark mengirim pasukan ke Irak pada Agustus 2003. Sebagian besar ditempatkan di kota Basra, Irak selatan, di bawah kepemimpinan tentara Inggris. Perdana Menteri Anders Fogh Remussen pada Februari mengumumkan bahwa negara Skandinavia itu akan menarik 460 pasukannya pada Agustus tahun ini. Mereka akan digantikan dengan empat helikopter dan 50 orang. Dua tentara Inggris tewas akibat bom jalanan di propinsi Maysan, Irak selatan Kamis pekan lalu, kata tentara Inggris, sehari sesudah pasukan negara itu menyerahkan daerah itu kepada pengendali keamanan Irak. Menurut angka Kementerian Pertahanan Inggris di London, kematian itu menjadikan 145 tentara Inggris tewas di Irak sejak serbuan pimpinan Amerika Serikat (AS) pada 2003. April merupakan bulan paling berdarah bagi pasukan Inggris, dengan 10 tentara tewas. Kematian itu merupakan yang terkini terjadi di negara terkoyak perang tersebut, kata kementerian tersebut. Tentara Inggris kemungkinan berada di Irak hingga 2012, kata koran "Sunday Telegraph" pada pekan pertama April mengutip dokumen rahasia tentang perencanaan, yang disusun pemimpin di kementerian pertahanan dan beredar bulan sebelumnya serta berisi daftar kesatuan dan jadwal penugasan. Berita itu berlawanan dengan pesan Blair ketika mengumumkan penarikan pertama sejumlah besar pasukan utama Inggris di Irak pada Februari 2007. (*)

Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2007