Lima orang tewas dalam serangan di Xinjiang

Lima orang tewas dalam serangan di Xinjiang

Ilustrasi ledakan bom (ANTARA News/Ridwan Triatmodjo)

Beijing (ANTARA News) - Sejumlah penyerang yang mengendarai mobil menabrak gedung pemerintahan dan meledakkan bom di Xinjiang, wilayah barat China yang sukar dikendalikan, Rabu (28/12), hingga menewaskan satu orang.

Sementara semua pelaku penyerangan yang berjumlah empat orang tewas tertembak, demikian pernyataan pemerintah setempat.

Ratusan orang tewas dalam beberapa tahun di Xinjiang yang kaya akan sumber daya alam di perbatasan Asia Tengah terkait kekerasan antara Muslim Uighur yang menyebut wilayah tersebut sebagai milik kelompok etnis mayoritas Han China.

Pihak pemerintah menuding kelompok garis keras yang melakukan kerusuhan, meskipun sejumlah kelompok hak asasi manusia dan sejumlah pelarian menyatakan bahwa kemarahan itu dipicu oleh kontrol pemerintah China yang ketat terhadap aktivitas agama dan budaya etnik Uighur tersebut.

Namun pemerintah China menolak tuduhan melakukan tindakan represif di Xinjiang.

Pihak pemerintah Xinjiang dalam pernyataannya di laman berita utamanya mengatakan bahwa peristiwa tersebut baru terjadi sebelum pukul 17.00 waktu setempat di Karakax County, daerah pedalaman yang jauh berada di selatan wilayah Muslim Uighur, Xinjiang.

Pihaknya mengungkapkan bahwa empat pelaku kejahatan yang mengemudikan kendaraan ke halaman kantor cabang Partai Komunis di Karakax County dan meledakkan bahan peledak. Namun semua pelaku tewas tertembak.

Sebanyak tiga orang terluka dan satu orang lainnya tewas, demikian kata pihak pemerintah tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Secara terpisah, dalam laporan berbahasa Inggris, kantor berita resmi China, Xinhua, menyuguhkan fakta bahwa peristiwa tersebut sebagai serangan teroris.

Namun tidak memberikan laporan lebih lanjut selain pernyataan dari pihak pemerintah.

Sulitkan bagi para wartawan asing untuk melaporkan situasi di Xinjiang dan hampir tidak mungkin memberikan laporan secara independen mengenai situasi keamanan di tempat tersebut.

Dilxat Raxit, seorang juru bicara kelompok terasing Kongres Uyghur Dunia mengaku meragukan laporan resmi dari pemerintahan.

"Saya sangat meragukan mengenai jumlah korban jiwa dan alasan terjadinya peristiwa itu dari laporan resmi yang sangat tidak transparan," ujarnya dalam pernyataan yang dikirimkan melalui surat elektronik kepada Kantor Berita Reuters.

Pihak pemerintah menangguhkan laporan atas sejumlah insiden sebelumnya.

Salah satu serangan di areal tambang batu bara pada bulan September tahun lalu yang menewaskan sedikitnya 16 orang tidak dilaporkan oleh pemerintah setempat hingga dua bulan kemudian saat pihaknya mengumumkan bahwa pasukan keamanan menewaskan 28 orang teroris yang terlibat dalam peristiwa itu.

Xinjiang pada umumnya situasinya tenang sepanjang tahun ini tanpa ada serangan besar yang dilaporkan atau tindak kekerasan lainnya.

Xinjiang berbatasan dengan Daerah Otonomi Tibet di sebelah selatan dan Provinsi Qinghai serta Provinsi Gansu di tenggara. Wilayah ini juga berbatasan dengan Mongolia di sebelah timur, Rusia di utara, serta Kazakhstan, Kirgizstan, Tajikistan, Afganistan, dan Kashmir di barat, demikian Xinhua melaporkan.

(Uu.M038)

Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Dibuka untuk umum, Monas kembali ramai

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar