Strategi Dewan Pers perangi media abal-abal dan berita hoax

Strategi Dewan Pers perangi media abal-abal dan berita hoax

Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo (ANTARA News/Try Reza Essra)

Nanti ada barcode-nya, bahwa media ini trusted (terpercaya), terverifikasi di Dewan Pers
Jakarta (ANTARA News) - Dewan Pers akan memberikan barcode kepada media-media yang sudah terverifikasi oleh Dewan Pers guna memudahkan masyarakat membedakan media mainstream dengan media abal-abal yang kerap menyebarkan berita hoax.

"Nanti ada barcode-nya, bahwa media ini trusted (terpercaya), terverifikasi di Dewan Pers. Ini juga bertujuan meminimalisir masyarakat dirugikan oleh pemberitaan hoax," kata Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo kepada ANTARA News di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan, barcode yang akan ditempelkan pada media cetak dan online itu dapat dipindai dengan telepon pintar yang akan terhubung dengan data Dewan Pers.

"Jadi barcode itu bukan berbentuk yang garis-garis, tetapi kotak-kotak, yang menampilkan penanggung jawab media itu siapa, alamatnya di mana," katanya.

Pria yang karib disapa Stanley itu mengatakan, sistem barcode yang merupakan hasil kerja sama Dewan Pers dan Kementerian Komunikasi dan Informatika, saat ini dalam tahap penyelesaian.

"Nah, nanti dengan adanya barcode, bisa ketahuan media yang ada tanda atau tidak dari Dewan Pers. Hal ini juga untuk menghindari adanya media seperti Obor Rakyat di masa mendatang," ujarnya.

Barcode ini akan diluncurkan secara bertahap mulai 9 Februari 2017 yang bertepatan dengan penyelenggaran Hari Pers Nasional (HPN) di Ambon.

"Kalau ini berhasil, ini bisa menjadi cerita sukses ketika Indonesia menjadi tuan rumah World Press Freedom Day pada Mei 2017," ujar Stanley.

Pewarta: Try Reza Essra
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Polda Jabar tangani 9 kasus penyebaran berita bohong terkait COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar