Rupa sambal sebelum cabai hadir di Indonesia

Rupa sambal sebelum cabai hadir di Indonesia

Ilustrasi (Wikimedia Commons)

bila cabai dari Amerika Selatan belum terbudidayakan pada masa sebelum abad ke-16 masehi, bisa jadi bahan pemedas lain masih terpaku pada jahe yang punya sifat pedas serta hangat akibat efek gingerin
Jakarta (ANTARA News) - Cabai sudah menjadi bumbu wajib untuk sebagian besar masakan di Indonesia, salah satunya adalah sambal yang menjadi pelengkap hidangan.

Dikutip dari buku "Jejak Rasa Nusantara: Sejarah Makanan Indonesia" karangan Fadly Rahman, genus cabai dari Amerika Selatan dibawa ke Tanah Air pada abad ke-16 oleh orang Spanyol dan Portugis.

Lantas, seperti apa sambal di Indonesia sebelum cabai dibawa oleh para pedagang asing masa lampau?

Pada abad ke-10, dari cabya/ cabe jawa (Piper retrofractum) yang buah keringnya dipakai sebagai rempah pemedas. 

Namun, sebenarnya sambal juga tidak melulu harus pedas. Sambal pun berkaitan dengan sajian berbagai ragam sayuran bernama pecel. Pada hidangan ini bahan sambal yang paling mungkin dipakai adalah kacang.

Baru pada abad ke-17 masehi, sambal lebih identik dengan sensasi pedas karena dibuat dengan cabai dari Amerika Selatan. 

Dia menduga, bila cabai dari Amerika Selatan belum terbudidayakan pada masa sebelum abad ke-16 masehi, bisa jadi bahan pemedas lain masih terpaku pada jahe yang punya sifat pedas serta hangat akibat efek gingerin.

(Baca juga: Pedasnya cabai bisa bunuh sel kanker)

Pewarta:
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar