Pemerintah Vietnam Perpanjang MoU Dengan SICPA Untuk Penyebaran Program `ANTI PENYELUNDUPAN DAN PENI

LAUSANNE, 27 April (ANTARA/Xinhua-PRNewswire-AsiaNet) -- Badan Antar Kementerian, Komite Pusat 127 (CC127), Pemerintah Vietnam telah memperpanjang Nota Kesepahaman (MoU)-nya dengan SICPA Product Security SA (SICPA) untuk meneliti dan menyebarkan solusi terhadap pemalsuan dan perdagangan gelap di Vietnam. Perjanjian baru ini merupakan hasil dari proses penelitian dan konsultansi terperinci antara SICPA dan Pemerintah Vietnam yang ditetapkan dalam Nota Kesepahaman awal yang ditandatangani antara kedua pihak tahun lalu, pada bulan Februari 2006. Sejak saat itu, sejumlah rencana memasang pabrik percetakan banderol mutakhir di bawah kewenangan Menteri Keuangan memasuki tahap akhir. Banderol adalah komponen penting dari apa yang akan menjadi program infrastruktur di seluruh negeri untuk menelusuri sejumlah produk yang rawan perdagangan gelap. Program VIETRACE(TM) menyediakan solusi untuk menanggulangi pemalsuan dan perdagangan gelap untuk sejumlah produk yang dibuat, diimpor dan disebarluaskan di Vietnam, dan juga beberapa kegiatan hilir lain yang berdampak pada pengumpulan pajak. Pengembangan ini menyusul pemberian kontrak terkini kepada SICPA dari Pemerintah Turki untuk pemasangan program infrastruktur penelusuran di seluruh negeri yang mencakup produk tembakau dan alkohol. Kontrak ini bagian dari banyak proyek pelengkap yang disebarkan oleh SICPA untuk pemerintah di seluruh dunia, yang menyoroti kepemimpinan global perusahaan ini di bidang solusi keamanan terpadu. Maurice A. Amon, Preskom Bersama Eksekutif SICPA Holding mengatakan, "Saat ini, kerjasama dalam penelitian dan penyebaran program "PENINGKATAN PAJAK dan ANTI PENYELUNDUPAN VIETRACE(TM)" sudah efisien dan produktif. Kami mengharapkan untuk menyelesaikan sejumlah perundingan usaha patungan dengan Perusahaan Percetakan milik Kementerian Keuangan tak lama setelah itu serta bermaksud memiliki rencana penyebaran dan arsitektur yang telah ada pada akhir tahun." Pembangunan ekonomi Vietnam yang luar biasa dalam beberapa tahun belakangan ini, bersama dengan posisi geografisnya yang berbatasan dengan banyak negara, menjelaskan pertumbuhan perdagangan gelap. Penelitian yang dilakukan oleh sejumlah organisasi internasional seperti WHO, menyebut angka-angka yang berkisar dari 15 hingga 40 persen produk-produk tembakau dan alkohol di Vietnam terkena pemalsuan dan penyelundupan. Catatan untuk Editor: Didirikan pada tahun 1927, SICPA adalah pemimpin dalam bidang tinta keamanan dan solusi keamanan terpadu. SICPA adalah produsen terkemuka dunia dalam nota bank dan tinta keamanan dokumen bernilai yang terdapat pada sebagian besar mata uang dunia. Globalisasi merk telah memicu pasar parallel yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk perdagangan gelap dan pemalsuan. Menandai kebutuhan yang berkembang untuk melindung pemerintah terhadap pengemplangan pajak dan pemilik merk terhadap pemalsuan merk, SICPA Product Security SA adalah penyedia solusi otentikasi dan sistim terpadu untuk mengawasi sejumlah produk dan mengamankan jaringan pasokan mereka untuk melindungi kepentingan pemerintah dan pemilik merk. Saat ini, SICPA didirikan di 19 negara di lima benua, memiliki lebih dari seribu pegawai dan produk yang terjual di lebih dari 190 negara. Untuk informasi: Frank Barker, Direktur Pelaksana SICPA Product Security S.A. Tel: +41-21627-59-55 Fax: +41-21-620-06-21 E-mail: Frank.Barker@Sicpa.com SUMBER: SICPA

Editor: PR Wire
COPYRIGHT © ANTARA 2007

Komentar