London (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry, Senin, mengatakan "tidak pantas" bagi Donald Trump untuk menyebut kebijakan pengungsi Kanselir Jerman Angela Merkel sebagai "bencana".

"Saya kira terus terang tidak pantas bagi Presiden terpilih Amerika Serikat untuk mencampuri politik negara-negara lain secara langsung," kata Kerry kepada wartawan CNN Christiane Amanpour selama kunjungan satu harinya di London pada pekan terakhir pemerintahan Obama, lapor Reuters.

"Dia harus berbicara tentang itu. Pada Jumat, ia bertanggung jawab untuk hubungan itu."

Trump, yang akan dilantik sebagai presiden pada Jumat, mengatakan dalam sebuah wawancara bersama antara surat kabar Bild dan Times of London bahwa ia menghormati Merkel, tetapi mengkritik sikapnya pada pengungsi, yang akan memungkinkan lebih dari satu juta pengungsi datang ke Jerman.

Merkel yang akan menghadapi pertempuran keras pemilihan kembali pada bulan September.

"Saya pikir kita harus sangat berhati-hati saat menyebutkan salah seseorang pemimpin terkuat di Eropa, dan para pemain yang paling penting dengan penuh hormat, melakukan satu kesalahan atau kesalahan yang lain. Menurut saya, tidak tepat bagi kita untuk berkomentar tentang itu," kata Kerry.

Dia tidak sepakat dengan pandangan Trump, yang menggambarkan kebijakan pengungsi Merkel sebagai "bencana".

"Saya pikir dia (Merkel, red) sangat berani," kata Kerry.

Amerika Serikat menerima jauh lebih sedikit pengungsi Suriah dari beberapa sekutunya, seperti Jerman. Trump mengatakan milisi bisa memasuki negara itu dengan menyamar sebagai pengungsi.

Wawancara CNN dilakukan sehari setelah Kerry menghadiri konferensi satu hari yang dihadiri 70 negara di Paris tentang perdamaian Israel-Palestina.

Konferensi itu menegaskan kembali bahwa hanya solusi dua negara yang bisa menyelesaikan konflik dan memperingatkan bahwa langkah-langkah unilateral dari kedua sisi bisa menghambat negosiasi.

Trump mengatakan penyelesaian konflik akan menjadi prioritas pemerintahannya dan menyebutkan bahwa menantunya, Jared Kushner, bisa membantu menengahi kesepakatan damai antara Israel dan Palestina.

Kerry, yang mencoba selama sembilan bulan untuk membuat kesepakatan antara kedua belah pihak, menyambut baik upaya Trump tetapi menolak saran bahwa pemerintahan Obama yang harus disalahkan pada kegagalan untuk mencapai kesepakatan.

"Tidak, tidak, para pemimpin kedua negara yang terlibat ... menolak untuk datang ke perundingan untuk mencapai kesepakatan. Anda dapat membawa kuda ke air, Anda tidak bisa membuatnya minum, dan kita telah banyak menyediakan air."
(Uu.G003/T008)

Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2017