Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia siap membantu Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dalam mengambil langkah konstruktif guna membantu memperbaiki situasi di Negara Bagian Rakhine, Myanmar.

"Hanya dengan mengambil langkah konstruktif dan inklusif, OKI dapat berkontribusi dalam membuat situasi di Rakhine State lebih baik," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam siaran pers Kementerian Luar Negeri, Jumat.

Dalam Konferensi Tingkat Menteri Luar Biasa OKI tentang masalah komunitas minoritas Muslim Rohingya di Myanmar yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, 19 Januari 2017, Retno juga menyampaikan kembali keprihatinan Indonesia mengenai situasi keamanan dan kemanusiaan di Negara Bagian Rakhine sejak konflik 9 Oktober 2016.

Ia menegaskan pentingnya Pemerintah Myanmar menghormati dan melindungi hak asasi manusia bagi semua komunitas di Negara Bagian Rakhine.

Pemerintah Indonesia juga telah berhasil mendorong Myanmar untuk mengadakan pertemuan para menteri luar negeri ASEAN Retreat pada Desember 2016, yang mendorong Myanmar membuka akses bantuan kemanusiaan dari ASEAN kepada seluruh komunitas di Negara Bagian Rakhine, membuka akses secara bertahap kepada media, dan memberi laporan perkembangan berkala mengenai situasi di Negara Bagian Rakhine kepada Menlu ASEAN.

Retno mengatakan bahwa setelah Pertemuan OKI di Kuala Lumpur, dia akan mengunjungi Sittwe di Rakhine untuk menyerahkan bantuan kemanusiaan Indonesia dan meresmikan dua sekolah bantuan masyarakat Indonesia untuk seluruh komunitas di Negara Bagian Rakhine.

Pemerintah Indonesia pun menegaskan akan terus memberikan bantuan jangka menengah dan panjang seperti pengembangan kapasitas, penerapan tata kelola pemerintahan yang baik dan pelatihan bagi polisi Myanmar.

Indonesia juga akan mengirim tim dialog antarkepercayaan untuk membantu membangun rasa saling percaya antara komunitas Buddha dan Islam di Negara Bagian Rakhine.

"Indonesia telah memilih untuk mengambil langkah-langkah konstruktif dan inklusif untuk membantu pemerintah Myanmar membuat situasi di Rakhine State lebih baik, termasuk bagi komunitas Muslim minoritas," ujar Retno.


Dokumen OKI

Pertemuan luar biasa Para Menteri Luar Negeri OKI menyepakati dua dokumen hasil dengan resolusi pertama mengenai situasi kelompok minoritas Muslim Rohingya di Myanmar yang antara lain meminta negara anggota OKI memberikan bantuan kemanusiaan dan meminta pemerintah Myanmar membuka akses bagi pemberian bantuan kemanusiaan.

Dokumen keduanya berupa "Final Communique", yang antara lain meminta Perwakilan OKI di New York, Jenewa dan Brussels secara periodik melakukan kajian ulang terhadap perkembangan di Myanmar.

Selama pertemuan Indonesia juga mengusulkan empat langkah kepada negara anggota OKI guna membantu memperbaiki situasi kemanusiaan dan keamanan di negara bagian Rakhine.

Indonesia mengusulkan negara-negara OKI menawarkan bantuan guna mencegah situasi di Rakhine State semakin buruk, merangkul pemerintah Myanmar secara konstruktif, bekerja sama dengan organisasi kawasan seperti ASEAN dalam menangani berbagai aspek terkait isu mengenai Negara Bagian Rakhine, dan menjadi mitra pembangunan ekonomi Myanmar.


Pewarta: Yuni Arisandy
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2017