TNI AU terus bangun penguatan sistem kesenjataan

TNI AU terus bangun penguatan sistem kesenjataan

Dokumentasi pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dari Skuadron Udara 3 saat tiba di Pangkalan Udara Utama TNI AU Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (31/5/2016). (ANTARA FOTO/Dewi Fajriani)

Bantul, DIY (ANTARA News) - Kepala Staf TNI AU, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, meneruskan pembangunan dan penguatan sistem kesenjataan TNI AU demi pertahanan dan penegakan kedaulatan bangsa.

"Saat ini kami sedang dan akan terus melaksanakan pembangunan kekuatan alusista yang dilaksanakan Kementerian Pertahanan sampai rencana strategi ketiga pada 2024," kata dia, usai ziarah ke Monumen TNI AU Ngoto Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis.

Salah satu yang kondang adalah program penggantian F-5E/F Tiger II di Skuadron Udara 14. Pesawat tempur buatan Amerika Serikat itu sudah hampir setahun tidak operasional. Tjahjanto tidak menyebut merek dan tipe, namun berharap berasal dari generasi 4.5.

"Kemudian kita juga akan mutakhirkan pesawat T-50 yang kita miliki, karena belum dilengkapi dengan radar maupun persenjataan," kata Tjahjanto.

Dia mengatakan, apabila TNI AU sudah memiliki pesawat pengganti F-5E/F Tiger II kemudian juga bisa memutakhirkan T-50i Golden Eagle sesuai keperluan, tentunya kehadiran TNI AU dari Sabang sampai Merauke akan bisa dilaksanakan.

Selain pesawat tempur, TNI AU juga tetap mengajukan program yang telah lama diproyeksikan, yaitu penambahan 12 satuan radar. Saat ini ada 20 satuan radar di seluruh Indonesia. 

Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar